Kamis, 28 Juni 2012

Steve Jobs: Jangan Berpuas Diri


Steve Jobs
Orang-orang yang berpuas diri itu seperti menyatakan diri kalah sebelum berperang.

#NasehatDiri

Nasehat Steve Jobs

Carmine Gallo, menceritakan kisah kehidupan inovasi mendiang Steve Jobs dalam bukunya “Rahasia Inovasi Steve Jobs”. Buku ini diterjemahkan oleh penerbit Erlangga dari judul aslinya, “The Innovation Secrets of Steve Jobs Insanely Different Principles for Breakthroughs Success”. 

Dalam buku tersebut, Carmine gallo menjelaskan nasehat pendek dari sang inovator Steve jobs. “Jangan berpuas diri”. Karena, berpuas diri merupakan musuh utama  dari inovasi. 

Dan salah satu rahasia yang dimiliki oleh Steve jobs sehingga Apple bisa terus melahirkan produk-produknya adalah, rasa tidak pernah puas mengalir dalam aliran darah Steve. Hal ini terbukti, dari produk fenomenal Apple. Sebut saja, IPod, Ipad, Mac book pro dan lainnya.

Juri Indonesia Idol

Demikian pula nasehat-nasehat yang sering sekali Anang hermansyah sampaikan kepada para Idol. Seingat saya, setiap minggunya. Anang pasti melontarkan mantranya itu. Dari cara dia mewanti-wanti para Idol, seolah pesannya itu azimat keberhasilan karir idol di dunia musik Indonesia. Bahkan, dunia. 

Pesannya itu terbukti, jika ada Idol yang mencoba meremehkan lagu wajib mereka nyanyikan. Sungguh, saya hanya bisa menikmati semua Idol itu. Namun, mereka para juri, memang memiliki kelihaian dalam hal suara, nada, gesture, penjiwaan lagu, dan setiap liriknya. 

Sehingga, jika penyanyi terlambat masuk, kecepatan atau ada nada tinggi tapi kurang tarikannya. Maka, mereka sangat jeli menyadarinya. Seperti, quality control memeriksa setiap produk jadi di pabrik.

Mama dan Aa

Mama & Aa Curhat Dong @ Indosiar
Sementara itu, alangkah terkejutnya saya. Tadi pagi, sambil mengetik beberapa paragraf. Saya mendengar ceramah mamah Dedeh di Indosiar. Seorang hadirin di studio bertanya tentang apa saja shalat sunnah setelah shalat wajib. 

Mamah Curhat Dong”. Ungkap peserta di studio. Kemudian, seorang ibu majelis ta’lim itu bertanya. “Begini mah. Saya pernah mendengar, katanya shalat sunnah sebelum magrib itu tidak dianjurkan. Apakah benar Ma?”. 

Lalu Mamah Dedeh menjawab, bahwa shalat sunnah setelah atau sebelum shalat wajib itu sangat dianjurkan. “Ibu, shalat sunnah sesudah atau sebelum itu di sebut sunnah muakad, dan qhairu muakad”. Jawab Mamah Dedeh. 

Setelah itu mamah melanjutkan, “Shalat sunnah yang muakad itu, dua rakaat sebelum shubuh. Dua atau empat rakaat sebelum dan sesudah dhuhur. Dua rakaat ba’da maqrib. Dan setelah shalat isya”. 

Lalu mamah meneruskan, “Sementara shalat sunnah qhairu muakad, sebelum ashar, magrib dan isya”. 

Menurut Mamah Dedeh, shalat sunnah ini sebagai penunjang terhadap shalat wajib yang ummat muslim lakukan. Jadi, jika shalatnya kurang sempurna. Amalan ini bisa menjadi pendukung. Ibarat ban serap pada mobil. 

Kalau dalam permainan bola. Jika pemain utama kelelahan, cedera, atau mungkin permainannya mulai kurang bagus. Maka, pelatih akan segera memasukkan pemain cadangan.

Penjelasan ini senada dengan kalimat yang sering-sering diulang oleh ustadz saya di Aceh dulu. Bahwa, menunaikan shalat sunnah muakad, sama halnya mempersiapkan cadangan bagi amalan shalat wajib yang kurang sempurna. Namun, bukan berarti—memperbanyak shalat sunnah muakad—boleh meninggalkan shalat yang fadhu. 

Tersirat dalam sunnah muakad

Setelah  mendengar penjelasan Mamah Dedeh. Saya teringat dengan pesan Steve jobs dan Anang hermansyah. “Jangan berpuas diri”. Rupanya, konsep ini sudah tersirat dalam ibadah shalat sunnah muakad. Mengapa saya mengatakan demikian? 

Karena, saya merasa, kegirangan mendirikan sunnah muakad, karena menganggap shalat saya belum sempurna. Maka, saya berharap, amalan ini menjadi penambalnya.

Namun, akhir-akhir ini saya kurang melakukannya lagi. Selesai shalat wajib, duduk berdzikir sebentar. Lalu segera bergegas kembali ke aktifitas saya. Kemudian, sang bijak bertutur, “Segera tunaikan kesadaran ini dalam perilakumu. Dan jadikan ini bukan hanya dalam hal ibadah. Tetapi juga aspek kehidupanmu yang lain. Seperti orang-orang yang mengamalkan prinsip ini. Oleh karena itu, jangan pernah berpuas diri”.

Apakah Anda sudah puas dengan kehidupan Anda saat ini? 

Ciganjur, Selasa, 22 Mei 2012
Bagikan