| Steve Jobs |
Orang-orang yang berpuas diri itu seperti menyatakan diri
kalah sebelum berperang.
#NasehatDiri
Nasehat Steve Jobs
Carmine Gallo,
menceritakan kisah kehidupan inovasi mendiang Steve Jobs dalam bukunya “Rahasia
Inovasi Steve Jobs”. Buku ini diterjemahkan oleh penerbit Erlangga dari judul
aslinya, “The Innovation Secrets of Steve
Jobs Insanely Different Principles for Breakthroughs Success”.
Dalam buku tersebut,
Carmine gallo menjelaskan nasehat pendek dari sang inovator Steve jobs. “Jangan berpuas diri”. Karena, berpuas
diri merupakan musuh utama dari inovasi.
Dan salah satu rahasia
yang dimiliki oleh Steve jobs sehingga Apple bisa terus melahirkan
produk-produknya adalah, rasa tidak pernah puas mengalir dalam aliran darah
Steve. Hal ini terbukti, dari produk fenomenal Apple. Sebut saja, IPod, Ipad, Mac
book pro dan lainnya.
Juri Indonesia Idol
Demikian pula
nasehat-nasehat yang sering sekali Anang hermansyah sampaikan kepada para Idol.
Seingat saya, setiap minggunya. Anang pasti melontarkan mantranya itu. Dari
cara dia mewanti-wanti para Idol, seolah pesannya itu azimat keberhasilan karir
idol di dunia musik Indonesia. Bahkan, dunia.
Pesannya itu terbukti,
jika ada Idol yang mencoba meremehkan lagu wajib mereka nyanyikan. Sungguh,
saya hanya bisa menikmati semua Idol itu. Namun, mereka para juri, memang
memiliki kelihaian dalam hal suara, nada, gesture, penjiwaan lagu, dan setiap
liriknya.
Sehingga, jika penyanyi
terlambat masuk, kecepatan atau ada nada tinggi tapi kurang tarikannya. Maka,
mereka sangat jeli menyadarinya. Seperti, quality control memeriksa setiap
produk jadi di pabrik.
Mama dan Aa
![]() |
| Mama & Aa Curhat Dong @ Indosiar |
Sementara itu, alangkah
terkejutnya saya. Tadi pagi, sambil mengetik beberapa paragraf. Saya
mendengar ceramah mamah Dedeh di Indosiar. Seorang hadirin di studio bertanya
tentang apa saja shalat sunnah setelah shalat wajib.
“Mamah Curhat Dong”. Ungkap peserta di
studio. Kemudian, seorang ibu majelis ta’lim itu bertanya. “Begini mah. Saya pernah mendengar, katanya
shalat sunnah sebelum magrib itu tidak dianjurkan. Apakah benar Ma?”.
Lalu Mamah
Dedeh menjawab, bahwa shalat sunnah setelah atau sebelum shalat wajib itu
sangat dianjurkan. “Ibu, shalat sunnah
sesudah atau sebelum itu di sebut sunnah muakad, dan qhairu muakad”. Jawab
Mamah Dedeh.
Setelah itu
mamah melanjutkan, “Shalat sunnah yang muakad
itu, dua rakaat sebelum shubuh. Dua atau empat rakaat sebelum dan sesudah
dhuhur. Dua rakaat ba’da maqrib. Dan setelah shalat isya”.
Lalu mamah
meneruskan, “Sementara shalat sunnah
qhairu muakad, sebelum ashar, magrib dan isya”.
Menurut Mamah
Dedeh, shalat sunnah ini sebagai penunjang terhadap shalat wajib yang ummat
muslim lakukan. Jadi, jika shalatnya kurang sempurna. Amalan ini bisa menjadi
pendukung. Ibarat ban serap pada mobil.
Kalau dalam
permainan bola. Jika pemain utama kelelahan, cedera, atau mungkin permainannya
mulai kurang bagus. Maka, pelatih akan segera memasukkan pemain cadangan.
Penjelasan ini
senada dengan kalimat yang sering-sering diulang oleh ustadz saya di Aceh dulu.
Bahwa, menunaikan shalat sunnah muakad, sama halnya mempersiapkan cadangan bagi
amalan shalat wajib yang kurang sempurna. Namun, bukan berarti—memperbanyak
shalat sunnah muakad—boleh meninggalkan shalat yang fadhu.
Tersirat dalam sunnah muakad
Setelah mendengar penjelasan Mamah Dedeh. Saya
teringat dengan pesan Steve jobs dan Anang hermansyah. “Jangan berpuas diri”. Rupanya, konsep ini sudah tersirat dalam
ibadah shalat sunnah muakad. Mengapa saya mengatakan demikian?
Karena, saya
merasa, kegirangan mendirikan sunnah muakad, karena menganggap shalat saya
belum sempurna. Maka, saya berharap, amalan ini menjadi penambalnya.
Namun,
akhir-akhir ini saya kurang melakukannya lagi. Selesai shalat wajib, duduk
berdzikir sebentar. Lalu segera bergegas kembali ke aktifitas saya. Kemudian,
sang bijak bertutur, “Segera tunaikan kesadaran
ini dalam perilakumu. Dan jadikan ini bukan hanya dalam hal ibadah. Tetapi juga
aspek kehidupanmu yang lain. Seperti orang-orang yang mengamalkan prinsip ini.
Oleh karena itu, jangan pernah berpuas diri”.
Apakah Anda
sudah puas dengan kehidupan Anda saat ini?
Ciganjur, Selasa, 22 Mei
2012
Bagikan
