Sebagaimana janji saya kepada Anda kemarin. Hari ini, saya lanjutkan cara menyetok tulisan di blogspot. Ini dia caranya.
Silaturahim
ke rumah Pak Asep
Nah,
ceritanya, sebulan yang lalu. Saya menyambung silaturahim ke rumah Pak Asep
Haerulgani. Pengasuh Pondok pesantren Hypnotherapy Ciputat. Saya ke sana bersama
rekan saya Mahmudi dan Guru Noeryanto. Pengasuh Pontren NLP Pasar Minggu.
Setelah
3 jam mengantongi ilmu di kediaman Pak Asep. Kemudian, kami melanjutkan
silaturahim ke istana As Leksana. Praktisi Hypnotherapy, juga seorang penulis
buku. Dulu pernah menjadi wartawan. Bahkan, menjadi penulis tetap di salah satu
pojok halaman detik.com
Writing
state
Diskusi
di tempat tinggal As Leksana berawal dari pola sugesti Ericsonian, perilaku
facebookers dalam hal like, hingga ke penulisan. Saya membuka pembicaraan
dengan menyampaikan kebiasaan saya dalam hal menulis. Yakni, sebelum menuliskan
catatan tertentu. Saya menyisati diri saya sejenak untuk masuk ke kondisi mood
menulis. Atau saya sebut dengan “Writing
state”. Kemudian saya bertanya, bagaimana dengan pengalaman beliau?
Ternyata,
menurut beliau, hampir semua penulis memiliki “writing state”nya. Baik itu disadari atau tidak. Akan tetapi, pasti
mempunyai ritual khusus. Entah berupa perilaku gerakan fisik, seperti mencari
tempat dan waktu khusus. Atau non fisik, hanya berada di tatatanan pemikiran.
Teman-teman pembelajar NLP menamainya—State
of mind.
Saya
lupa, bagaimana persisnya, pembicaraan menulis ini mengalir ke pembicaraan
ngeblog. As Leksanan menceritakan, beliau mempunyai kebiasaan dalam memposting
catatan berupa—menyiapkan artikel sebanyak 5 sampai 7 tema—kemudian baru
memasukkan ke dalam blog. Caranya, memanfaatkan fasilitas fitur “jadwal”. Jadi,
secara otomatis, tulisannya terposting satu catatan perharinya. Sehingga, tidak
membuang waktu hanya untuk mengurusi postingan.
Dari
pembicaraan inilah, saya baru mengetahui. Rupanya, kita bisa mengatur waktu
publis entri terbaru. Dari hari, bulan, tahun hingga ke jamnya.
Publis
terjadwal
Pulang
dari rumah Pak As Leksana. Keesokan harinya saya langsung mengamati dan mencoba
fitur penjadwalan. Syukur, postingan saya berhasil sesuai jadwal yang saya mau.
Semenjak itu pula, saya menyetok tulisan di blog, dan menetukan jadwal publish
nya. Bahkan, ihwal sedang Anda baca ini. Postingan dari penjadwalan yang sudah
saya set seminggu yang lalu.
Sungguh,
fitur ini menyelamatkan saya dari peluangan waktu khusus, satu sampai dua jam
untuk posting. Sehingga—mulai saat ini—saya hanya meluangkan waktu hari khusus
untuk menulis catatan terbaru di blog. Kemudian, hari-hari selanjutnya—saya
bisa mengalihkan waktu yang biasanya saya luangkan untuk setting catatan—ke
waktu menulis pengalaman sehari-hari.
Jadi,
bagi Anda yang suka ngeblog, dan belum mengetahui hal ini. Barangkali mulai
sekarang boleh mengubah pola Anda. Saya merasa sangat terbantu. Oleh karena
itu, mari kita gunakan hak kita.
Cingajur,
Sabtu 12 Mei 2012
Bagikan
