“Gagal hampir tidak pernah ada bagi mereka yang punya tujuan”.
@tungdw
Menchester
United Vs Menchester City
Dua
kubu raksasa permainan berdurasi 2 x 45 berjumlah 22 orang pemain dari kota
Munchen mengadu nasib di bulan ini. Mereka mempertaruhkan harga diri sebagai champion. Meski berada di teritori yang
sama. Jalan yang mereka lalui tidak berbeda. Pasar tempat mereka melengkapi
kebutuhan skunder pun demikian.
Bahkan,
mungkin mereka menyinggahi apartemen yang sama, cuma beda lantai saja. Tetapi,
saat berdiri, berjalan, dan berlari di lapangan hijau. Mereka menyatakan
perbedaan yang sangat signifikan. Syahdan, jika perlu, beradu jotos pun
diladeni. Begitu hebatnya permainan ini.
Selama
berada di lapangan, mereka menendang, kemudian mengejar kembali si kulit
bundar. Ambisi memonopoli, memuncak dalam raga mereka. Jiwa penyerang mengalir
ke seluruh tubuh, saat bola berada di kaki pihak temannya. Namun, sikap patriot
pun memuncak, demi mempertahankan gawangnya. Detik-detik seperti ini, jangankan
tenaga, nyawa pun rela mereka persembahkan.
Kedua
kubu ini menggunakan penggalan kata depan yang sama. Yaitu, Menchester United.
Mereka sering dijuluki “Setan merah”. Dan Menchester City. Liga musim ini, Alex
Ferquson bersama pasukan asuhannya. Terpaksa merelakan, trophy yang telah membudaya mereka usung. Tahun ini diarak
mengelingi kota Menchester oleh musuh mereka. Sehingga, lazimnya, setahun
sekali, orang-orang berkostum warna merah menyesaki jalan. Namun, musim ini
seketika berubah menjadi biru langit.
Sebenarnya,
tidak sedikit pun saya mengerti tentang permainan bola. Terkecuali saya ahli
dalam satu hal. Jika sedang bermain bersama teman-teman, kalau ada bola di
depan, maka segera ayunkan kaki dan tendang kulit bundar sekeras-kerasnya.
Persoalan arahnya ke kaki teman atau musuh. Itu bab selanjutnya. Selebihnya,
saya hanya bisa penyambung suara sorak menyorak di luar lapangan. Juga,
komentator dadakan.
Apalagi
perkembangan bola. Jangan kancah dunia. Liga yang ada di indonesia saja, saya tidak
tau apa saja nama club nya. Apalagi nama pemain dan pelatihnya. Seandainya pun
saya kenal, itu hanya karena para pemain tersebut mempunyai potensi bernilai
bisnis. Jika pihak media menggosipkan mereka. Seperti; C. Ronaldo, Roney,
Drogba, Bambang pamungkas, Cristian Gonzales, dan sederetan lain yang tidak
saya tau.
Inspirasi
permainan bola
Meski
pun seperti itu. Kemenangan Menchester City kemarin. Membuahkan piala bagiku.
Piala ini berupa, inspirasi semangat para pemain, dalam hal pantang menyerah,
hingga sempritan panjang terakhir sang wasit.
Ceritanya,
tahun 2012 ini bisa saya katakan, tahun transformasi misi dalam hidupku.
Jelasnya seperti apa? Saya sedang mengkonsepkan secara detail pada percakapan
lain kepada Anda. Intinya, tahun 2012 ini, saya menciptakan program pelatihan
baru yang bertajuk “Mengukir Jejak Di Semesta”. Isi inti pelatihan ini, siapa pun
yang mengikuti, akan menyadari “visi dan misi” hidupnya.
Nah,
minggu kemarin, saya membaca twetterline para followerku dan orang-orang yang
saya follow. Termasuk di antaranya, Pak Tung Dasem Waringin @tungdw. Beliau
mentweet, yang intinya kurang lebih “Gagal
hampir tidak pernah ada bagi mereka yang punya tujuan”.
Maksdunya,
bagi orang-orang yang sudah menancapkan tujuan jauh ke depan. Jika terjadi
peristiwa tidak seperti perencanaannya (gagal), maka dia akan menyikapinya
sebagai bagian kecil dari rute perjalan hidupnya.
Membaca
kicauan ini, pikiran saya langsung menghubungkan dengan materi “Mengukir Jejak
Di Semesta”. Ternyata, ini manfaat bagi mereka yang menyadari visi hidupnya.
Bagaikan para pemain bola bertarung hingga detik tambahan waktu terakhir.
Sebelum percikan liur wasit muncrat dari lubang peluit. Maka, mereka terus
melanjutkan perjuangannya. Meskipun sudah kebobolan.
Pentingnya
Visi
Di
sinilah piala kemenangan permainan bola bagi saya. Di mana, olah raga ini
menginspirasi saya, tentang analogi pentingnya “visi”. Artinya apa? Belum
pernah terjadi di lapangan bola, siapapun klubnya. Jika kiper harus memungut
bola di menit ke 5 permulaan permainan. Maka, para pemain memutuskan untuk
mengakhiri permainan, dengan melaksanakan upacara pengibaran bendera putih.
Namun,
dalam konteks bisnis tertentu. Saya menemukan para pelaku, jika terjadi
penolakan pertama, langsung menfatwakan diri, “tamat sudah riwayatku di bisnis ini”. Ada juga mengeluarkan
pernyataan thalaq tiga langsung. Tanpa mencoba thalaq satu dan dua. Inilah contoh,
mereka belum mengetahui di mana akhir stasiun pemberhentiannya.
Oh
ya, satu hal lagi. Jika Anda dan saya mempunyai visi yang jelas. Maka, Anda
pasti rela bertahan dan terus berharap, apa pun kondisinya. Seperti Menchester
City menantikan trophy liga ingris mengisi lemari piala kemengan mereka. Apakah
Anda tau berapa lama mereka berpuasa menjadi juara? 30 tahun lamanya. Dan
akhirnya, mereka mendapatkan kemenangan ini.
Bagikan
