Saya meyakini, bukan jenis pekerjaan yang mendatangkan
banyak uang. Tetapi kesungguhan dan cinta pada pekerjaan itulah, mengakibatkan
uang masuk ke rekening saya.
#NasehatDiri
Hypnotic Milioner Mindset
Permulaan
tahun 2010. IdNLPSociety menyelenggarkan NLP
Talks di kampus STIE Bumi Putera. Temanya, kurang lebih “Hypnotic Milioner Mindset”. Persisnya
saya sudah lupa. Intinya, bagaimana menggunakan ilmu NLP dan Hypnosis, supaya
bisa mendapatkan jutaan, bahkan miliaran rupiah dari bisnis training?
Pembicaranya,
seorang motivator, yang telah menjadi miliarder dari aktifitas mengajar (bisnis
training). Dan itu secara personal, bukan atas nama lembaga. Tentu Anda
tau siapa orangnya? Ya. Tepat sekali. Krishnamurti Mindset Motivator.
Siapa Idnlpsociety?
Sebelumnya,
saya mau mengenalkan kepada Anda. Siapa IdNLPsociety? Idnlp merupakan komunitas
pecinta, penggiat, dan penerap ilmu NLP dalam kehidupan sehari-hari. Baik ruang
lingkup pendidikan (strategi belajar-mengajar), rumah tangga, bisnis,
meningkatkan karir (kerja), olah raga, mengasuh anak, penjualan, kepemimpinan,
penyembuhan dan aspek lainnya.
Kembali ke NLP Talks. Pada kesempatan itu, pak
Krishnamurti membagikan pengalaman beliau memulai karir sebagai motivator dari
bayaran 2M persesi, hingga puluhan juta. Lho kok malah turun? 2M yang saya
maksud, Makasih Mas, he… he….
Namun, yang
paling penting, bukan jumlah uangnya. Karena, menurut beliau—jatah sudah pasti—cuma
menunggu waktunya saja, kalau energinya sudah cukup. Seperti larva dalam
kandungan merapi. Bila saatnya tiba, dia akan tumpah. Tetapi, cepat atau lambat.
Itu sangat tergantung kepada attitude
sang trainer. Beliau mengistilahkan dengan percepatan.
Hebatnya modelling
Nah,
percepatan itu bisa dilakukan dengan ilmu yang telah terkonsep dengan baik—NLP.
Karena, asal muasal lahirnya NLP itu sendiri—dari modelling—yaitu memodel keahlian pada bidang tertentu.
“Oleh sebab itu, kenali dan cari tau siapa
pembicara publik yang melejit dan cepat dalam hal karir? Cara dia menjual,
mengemas produk, dan terpenting attitudenya sesuai dengan nilai yang kita
prioritaskan”. Saran pak Krishnamurti kepada peserta.
Judul = tujuan training
Hal paling
berkesan bagi saya—sharing dari beliau—tentang tips memarketingkan diri dan
produk. Bahasa lainnya mempromosi training. Pertama beliau memberikan tips
sederhana—bagaimana membuat promosi sedikit kata-kata—tapi bisa mendatangkan
banyak peserta? Caranya sangat simpel, yaitu, judul adalah tujuan training. Contoh;
NLP for decision maker, NLP for parenting, NLP for selling dan lainnya.
Kedua, beliau
mengingatkan agar berhati-hati dengan janji yang kita tawarkan dalam iklan.
Karena, bila bukti (realisasi) tidak berdasarkan janji, maka pasti hasilnya
pelanggan kecewa. Oleh sebab itu, agar peserta puas, maka tawarkan 3 keuntungan
dan manfaat akan diterima setelah mengikuti training. Tapi, pada
pelaksanaannya, berikan 5 atau 6 manfaat. Bahkan kalau bisa di luar dugaan.
Inilah hal yang dilakukan oleh Anthony Robbins.
Pengalaman kecewa
Berbicara
mengenai kekecewaan peserta pelatihan. Saya teringat tahun 2009 mengikuti
pelatihan motivasi di Situ Gintung. Pelatihan diselenggarakan oleh EO, sebut
saja FGH. Pada brosur yang tertulis, program ini berdurasi selama 3 hari 2
malam (menginap). Para pembicara akan mengisi training tersebut pun
hebat-hebat.
Membaca
iklan tersebut, mata saya berbinar-binar mau mengikuti. Dalam benak saya, pasti
acaranya bagus. Dan saya akan mendapatkan banyak ilmu. 3 hari dua malam. Durasi
yang sangat lama.
Akhirnya,
saya memutuskan untuk mendaftar pelatihan tersebut. Tapi, pas saya mengikuti,
ternyata tidak sesuai dugaan saya. Pertama, dalam hal waktu. Saya mengira 3 hari
dua malam, akan mulai dari pagi, katakan saja start selasa, dan berakhir kamis
sore. Seperti tertera pada brosur mulai pukul 09.00 - 17.00.
Eh ternyata,
hari selasa jam 14.00 peserta registrasi masuk penginapan. Jam 16.00 registrasi
ulang. Pengecekan perlengkapan. Ice breaking saling kenal antar peserta. Dan penjelasan tata tertib
training. Serta jadwal pelaksanaannya.
Saat membaca
jadwalnya, semakin menguatkan keterkejutan saya (tidak sesuai harapan). Karena,
sesi penutupan jam 08.00 pagi di hari ketiga. Dan semua peserta meninggalkan
penginapan jam 10.00 pagi. Ditambah lagi, ada beberapa bonus yang tertera di
brosur, tidak terealisasikan.
Meski
seperti itu, saya menikmati program tersebut. Namun, ada 2 orang peserta
kecewa, sampai minta uang kembali. Kalau tidak mendapat uang kembali. Dia mengancam akan menyampaikan ke media. Karena
menurut peserta, EO FGH telah melakukan pembohongan publik.
Kejadian itu
membekas dalam pikiran saya. Dan saya bersyukur bisa menjadi bagian agenda itu,
sehingga saya bisa melihat secara langsung, ekspresi dan tindakan peserta yang
kecewa, gara-gara iklan yang bombastis.
Sampai di sini dulu ya. Besok kita sambung ke cerita selanjutnya. Oh ya sebenarnya saya tidak mau membocorkan. Kalau catatan Meraup Miliaran Rupiahn Dengan NLP 2. Ada tips membranding diri dari pak Krishnamurti. Sampai besok ya...
Ciganjur, 5 April 2012
Bagikan