Rabu, 06 Juni 2012

Meraup Miliaran Dengan NLP

Saya meyakini, bukan jenis pekerjaan yang mendatangkan banyak uang. Tetapi kesungguhan dan cinta pada pekerjaan itulah, mengakibatkan uang masuk ke rekening saya.

 #NasehatDiri

Hypnotic Milioner Mindset

Permulaan tahun 2010. IdNLPSociety menyelenggarkan NLP Talks di kampus STIE Bumi Putera. Temanya, kurang lebih “Hypnotic Milioner Mindset”. Persisnya saya sudah lupa. Intinya, bagaimana menggunakan ilmu NLP dan Hypnosis, supaya bisa mendapatkan jutaan, bahkan miliaran rupiah dari bisnis training? 

Pembicaranya, seorang motivator, yang telah menjadi miliarder dari aktifitas mengajar (bisnis training). Dan itu secara personal, bukan atas nama lembaga. Tentu Anda tau siapa orangnya? Ya. Tepat sekali. Krishnamurti Mindset Motivator.

Siapa Idnlpsociety?

Sebelumnya, saya mau mengenalkan kepada Anda. Siapa IdNLPsociety? Idnlp merupakan komunitas pecinta, penggiat, dan penerap ilmu NLP dalam kehidupan sehari-hari. Baik ruang lingkup pendidikan (strategi belajar-mengajar), rumah tangga, bisnis, meningkatkan karir (kerja), olah raga, mengasuh anak, penjualan, kepemimpinan, penyembuhan dan aspek lainnya.

Kembali ke NLP Talks. Pada kesempatan itu, pak Krishnamurti membagikan pengalaman beliau memulai karir sebagai motivator dari bayaran 2M persesi, hingga puluhan juta. Lho kok malah turun? 2M yang saya maksud, Makasih Mas, he… he…. 

Namun, yang paling penting, bukan jumlah uangnya. Karena, menurut beliau—jatah sudah pasti—cuma menunggu waktunya saja, kalau energinya sudah cukup. Seperti larva dalam kandungan merapi. Bila saatnya tiba, dia akan tumpah. Tetapi, cepat atau lambat. Itu sangat tergantung kepada attitude sang trainer. Beliau mengistilahkan dengan percepatan. 

Hebatnya modelling 

Nah, percepatan itu bisa dilakukan dengan ilmu yang telah terkonsep dengan baik—NLP. Karena, asal muasal lahirnya NLP itu sendiri—dari modelling—yaitu memodel keahlian pada bidang tertentu. 

Oleh sebab itu, kenali dan cari tau siapa pembicara publik yang melejit dan cepat dalam hal karir? Cara dia menjual, mengemas produk, dan terpenting attitudenya sesuai dengan nilai yang kita prioritaskan”. Saran pak Krishnamurti kepada peserta.

Judul = tujuan training

Hal paling berkesan bagi saya—sharing dari beliau—tentang tips memarketingkan diri dan produk. Bahasa lainnya mempromosi training. Pertama beliau memberikan tips sederhana—bagaimana membuat promosi sedikit kata-kata—tapi bisa mendatangkan banyak peserta? Caranya sangat simpel, yaitu, judul adalah tujuan training. Contoh; NLP for decision maker, NLP for parenting, NLP for selling dan lainnya.  

Kedua, beliau mengingatkan agar berhati-hati dengan janji yang kita tawarkan dalam iklan. Karena, bila bukti (realisasi) tidak berdasarkan janji, maka pasti hasilnya pelanggan kecewa. Oleh sebab itu, agar peserta puas, maka tawarkan 3 keuntungan dan manfaat akan diterima setelah mengikuti training. Tapi, pada pelaksanaannya, berikan 5 atau 6 manfaat. Bahkan kalau bisa di luar dugaan. Inilah hal yang dilakukan oleh Anthony Robbins.

Pengalaman kecewa

Berbicara mengenai kekecewaan peserta pelatihan. Saya teringat tahun 2009 mengikuti pelatihan motivasi di Situ Gintung. Pelatihan diselenggarakan oleh EO, sebut saja FGH. Pada brosur yang tertulis, program ini berdurasi selama 3 hari 2 malam (menginap). Para pembicara akan mengisi training tersebut pun hebat-hebat. 

Membaca iklan tersebut, mata saya berbinar-binar mau mengikuti. Dalam benak saya, pasti acaranya bagus. Dan saya akan mendapatkan banyak ilmu. 3 hari dua malam. Durasi yang sangat lama.

Akhirnya, saya memutuskan untuk mendaftar pelatihan tersebut. Tapi, pas saya mengikuti, ternyata tidak sesuai dugaan saya. Pertama, dalam hal waktu. Saya mengira 3 hari dua malam, akan mulai dari pagi, katakan saja start selasa, dan berakhir kamis sore. Seperti tertera pada brosur mulai pukul 09.00 - 17.00.

Eh ternyata, hari selasa jam 14.00 peserta registrasi masuk penginapan. Jam 16.00 registrasi ulang. Pengecekan perlengkapan. Ice breaking saling kenal antar peserta. Dan penjelasan tata tertib training. Serta jadwal pelaksanaannya. 

Saat membaca jadwalnya, semakin menguatkan keterkejutan saya (tidak sesuai harapan). Karena, sesi penutupan jam 08.00 pagi di hari ketiga. Dan semua peserta meninggalkan penginapan jam 10.00 pagi. Ditambah lagi, ada beberapa bonus yang tertera di brosur, tidak terealisasikan. 

Meski seperti itu, saya menikmati program tersebut. Namun, ada 2 orang peserta kecewa, sampai minta uang kembali. Kalau tidak mendapat uang kembali. Dia mengancam akan menyampaikan ke media. Karena menurut peserta, EO FGH telah melakukan pembohongan publik. 

Kejadian itu membekas dalam pikiran saya. Dan saya bersyukur bisa menjadi bagian agenda itu, sehingga saya bisa melihat secara langsung, ekspresi dan tindakan peserta yang kecewa, gara-gara iklan yang bombastis. 

Sampai di sini dulu ya. Besok kita sambung ke cerita selanjutnya. Oh ya sebenarnya saya tidak mau membocorkan. Kalau catatan Meraup Miliaran Rupiahn Dengan NLP 2. Ada tips membranding diri dari pak Krishnamurti. Sampai besok ya...

Ciganjur, 5 April 2012
Bagikan