Kamis, 14 Juni 2012

Antara Zona Nyaman dan Berubah


“Satu kata motivasi saja sudah cukup untuk memotivasimu”.

#Prie GS

Dua ahli perubahan

Berbicara mengenai perubahan. Dalam benak saya terdapat dua orang ahlinya dalam hal ini. Pertama, bapak Rhenald Kasali. Dan yang kedua, bapak Hari Subagya. Bapak Rhenald Kasali, sebagaimana yang kita kenal—beliau adalah ahli dalam Change Management. Kita bisa menelusuri kepiawaian beliau lewat karyanya
.
Selanjutnya, Hari Subagya. Mungkin sedikit di antara Anda mengenal beliau. Akan tetapi, saya sangat mengetahui bapak Hari. Karena, beliau merupakan motivator pertama yang saya ajukan pertanyaan, “Bagaimana cara mewujudkan impian saya supaya bisa menjadi pembicara motivasi?”. Selain itu, bapak Hari subagya, sering memberikan materi tentang perubahan dan topik pengembangan SDM lainnya.

Perubahan peserta training

Sementara itu, saya sangat yakin. Selain kedua orang yang telah saya maktub di atas. Anda pasti mempunyai nama-nama lain—yang Anda percayai—Anda pantas menyandangkan orang-orang terhormat itu sebagai ahli perubahan, iyakan?

Terlepas siapa pun orangnya. Akan tetapi, kesempatan ini saya mau berbagi pengalaman kepada Anda, tentang konsep perubahan. Terutama saya akan melantunkan kepada Anda, jawaban terhadap pertanyaan selama ini saya cari-cari. Yakni “Apa yang membuat perserta bisa mengalami perubahan dalam dirinya, setiap mengikuti workshop?”.

Sebelumnya, saya kira—saya kudu menyampaikan kepada Anda—bahwa ini bukan persoalan; materi training, trainer dan cara pembicara mendeliveri. Atau variable lain mengikat dalam kesatuan perubahan sang peserta. Jadi, ini berfokus pada konteks, bila saya yang menjadi pesertanya. 

Training Ease Your Nervouse

Ceritanya seperti ini. Hari sabtu kemarin 28 April 2012. Bagi beberapa praktisi hypnosis rata-rata memutuskan diri berkumpul, duduk, dan menikmati proses konferensi hypnosis Indonesia 2012 di Hotel Oasis Amir, Senen, Jakarta Pusat. Event akbar ini diselenggarakan oleh Indonesia Brotherhood Hypnotherapy, lembaga pensertifikasi kepada calon-calon hypnotherapy di Indonesia.

Pada awalnya, saya sudah merencanakan juga mengikuti moment tahunan ini. Namun, secara bersamaan, saya mendapat jadwal mengajar Ease Your Nervouse, program Public Speaking weekend, di Hotel Ibis Slipi. Saya meniatkan diri, setelah selesai mengajar jam 15.00, saya bisa berangkat ke perayaan tersebut. 

Akan tetapi, setelah training, saya merasa kedua kaki ini sangat keram. Sehingga, saya memutuskan istirahat dalam ruang training, sambil menikmati materi lanjutan “Olah Vocal”. Topik ini disampaikan oleh senior saya Mas Riko. Producer dan pembawa acara berita siang di kompas TV.

Istirahat di kelas

Selesai shalat Ashar, saya merasakan, kaki saya masih tetap keram. Tumben-tumbenan seperti ini. Kemudian, saya duduk tenang sejenak, menghayati diri saya. Kemudian saya bertanya kepada sang bijak di dalam, apakah saya melanjutkan perjalanan ke Oasis sebagaimana yang telah saya rencanakan. Atau membantalkan niat saya? Ternyata, sang tubuh merespon. Lebih baik saya menetap dalam kelas, dan merelakan moment langka itu, lewat tanpa saya menjadi ahli sejarahnya.

Selama menentramkan kaki di kelas. Saya juga mengikuti materi “Olah Vokal”. Nah, selama sesi ini, saya merasa, ada pembahasan yang disampaikan oleh Mas Riko, menjawab pertanyaan saya selama ini. Dia menjelaskan, dalam sesi-sesi latihan praktis vokal kepada peserta. Seringnya, perubahan agak sedikit lambat terjadi pada peserta, karena mempertahankan pola lamanya.

Maksudnya, peserta enggan untuk merubah diri dengan cara pengucapan, gerak tubuh saat berbicara, dan apapun dalam setiap pelatihan. Dan kata-kata Riko sangat membekas bagi saya.

Ini dia jawabanya

Teman-teman semua, mohon besok saat kita praktis lebih dalam tentang olah vokal dan gesture. Supaya berkenan untuk menyimpan kebiasaannya. Tanggalkan dulu kenyamanan cara bicara Anda. Memang saya akui, bagi Anda terkesan janggal dengan suara dari perut. Bahkan mungkin mengganggap terlalu tinggi suara Anda”. Kata Mas Riko.

Kemudian, dia menambahakan, “Dan percayalah. Kami akan membantu Anda menjadi lebih baik setelah keluar dari ruangan ini. Tapi, bila Anda masih mempertahankan dengan zona nyaman Anda. Perubahan itu lama terjadi pada Anda. Oke..”

Setelah mendengar penjelasan Riko. Saya menjadi faham. Mengapa terkadang sudah mengikuti berbagai macam training, tetapi hidup belum juga berubah? Ternyata bukan persoalan sudah ikut atau tidak. Akan tetapi, seberapa ikhlasnya diri, menerima hal baru. Dan berusaha semaksimal mungkin—memaksakan diri—agar berubah. Yaitu, dengan segera menerapkan apa yang diperoleh di training.

Sekarang menjadi jelas. Bahkan tidaklah heran. Bila perubahan belum berpihak kepada diri. Jangankan mempraktekkan ilmu yang  saya dapatkan di rumah atau tempat kerja. Melatih materi di kelas saja, main-main. Tidak seratus persen mencobanya. 

Saya jadi teringat tweet bapak Prie GS seperti pada quote pembukaan rawi ini “Satu kata motivasi saja sudah cukup untuk memotivasimu”. Maknanya, sebenarnya, apa yang sudah pernah kita dapatkan dalam setiap pembelajaran, itu sudah lebih dari cukup, bila kita segera mengamalkan ilmunya.

Ciganjur, 29 April 2012
Bagikan