Tampilkan postingan dengan label Graphology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Graphology. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Januari 2013

Saya Bisa Menganalisa Tulisan Tangan Anda, Mau?



Isi tulisan yang Anda tulis merupakan buah karya pikiran sadar Anda. Akan tetapi, cara Anda menulisnya, merupakan kreasi pikiran bawah sadar Anda.

Pak Bayu Luthfi di Kick Andy Show
Pekerjaan Unik
Apakah Anda masih ingat tayangan kick Andy tentang orang-orang yang melakukan pekerjaan unik? Atau mereka yang berprofesi jarang digeluti oleh kebanyakan orang. Mungkin juga seperti profesi yang sedang Anda mahirkan sekarang. Salah satu bintang tamunya saat itu adalah bapak Bayu Luthfi, seorang Grapho Detective. Anda ingat kan?

Saat itu bang Andy Noya—host kickandy show—mewawancarai aktifitas beliau. Grapho detective merupakan spesialisasi dari cabang utama Graphology.  Ngomong-ngomong, apa itu graphology?

Apa Itu Graphology?
Kalau kita telaah dari unsur katanya. Grapho itu sendiri berasal dari kata Yunani ”graphos”. Yang artinya tulisan. Sementara ”logy” sudah sangat akrab dengan kita ”ilmu”. Jadi, dari pengertian dua padanan kata di atas, kita dapat menyimpulkan. Graphology adalah ilmu khusus yang mempelajari tentang tulisan tangan.
 
Mungkin Anda mencoba bertanya—seperti saya dulu. Memangnya ada apa dengan tulisan tangan kita, sehingga ada ilmu khusus tentang hal itu?

Nah, perlu kita sadari bersama. Tulisan tangan—hand writing—yang dimaksud di sini, bukan hanya tentang cara menulis dengan tangan. Akan tetapi, lebih dari itu. Yakni, memahami tentang diri kita; baik cara berpikir, pengambilan keputusan, harga diri, perencanaan akan masa depan, ketakutan yang dialami (mental block), dan lainnya lewat tulisan yang kita tulis. 

Memangnya Bisa? Hemmm, Bisa Tidak Ya?
Sebelum saya memberi jawabannya. Bagaimana kalau kita bermain-main sebentar? Permainan ini erat kaitannya dengan pertanyaan di atas. Apakah bisa tulisan tangan menjelaskan tentang si penulisnya? Permainannya sangat sederhana sekali. Mau bermain dengan saya kan?

Contoh Tulisan Tangan Yang Saya Analisa
1.   Siapkan dua lembar kertas A4 yang masih kosong. biarkan ia tetap dalam kondisi putih dan kosong. Jadi, tidak boleh dibuat garis-garis apapun. 

2.   Siapkan ballpen—alat tulis—yang biasa Anda gunakan. (Usahakan bukan tinta gel atau boxy).

3.   Sekarang silakan Anda mengarang bebas di atas kertas pertama. Temanya boleh apa saja. Kalau saran saya, temanya tentang ”Aku dan kehidupanku”. Jadi, Anda bisa bercerita tentang diri Anda di atas kertas itu.

4.   Panjang tulisan minimal setengah halaman. 

5.   Pertama-tama Anda menulis di halaman pertama sebagaimana instruksi 1-4.

6.   Kalau Anda sudah menyelesaikan dengan halaman pertama. Sekarang lanjut dengan lembaran kedua. Namun, saat Anda menulis di lembaran kedua ini. Ada syarat yang harus Anda ikuti. Yaitu, Anda tetap menulis seperti lembaran sebelumnya, akan tetapi, tulisan Anda nantinya harus berformat justify. Anda tau kan justify? Itu, ukuran margin antara pinggir kiri dan kanan rata. Jadi, tugas Anda mengontrol diri selama menulis dan menjaga pinggir kiri dan kanannya sama rata. Terserah Anda bagaimana caranya.

Saya berharap Anda melakukannya. Kalau sudah, sekarang saya mau bertanya. Apakah mudah bagi Anda untuk menulis pada lembaran kedua? Apakah pinggirnya bisa sama rata? 

Jika Anda benar-benar melakukan permainan ini. Saya yakin, Anda akan menjawab, selama menulis Anda lumayan capek dan agak sedikit sulit. Kemudian, yang lebih menariknya. Ada saja baris yang tidak rata di sisi kanannya. Bahkan mungkin di sisi kiri. Terkecuali jika Anda sudah terbiasa menulis seperti itu. Iyakan?

Mengapa Bisa Seperti Itu?
Penjelasan sederhananya,  kita sulit mengontrol diri menjaga sisi kanan dan kiri tetap rata, karena itu yang menggerakkan bawah sadar kita. Dan itu merupakan, sebuah program yang telah tertulis di rekaman—bahasa kerennya subconscious—kita. Ini pula menyebabkan, mengapa antara satu orang dengan yang lainnya, berbeda bentuk tulisannya. Baik ukuran huruf, bentuk huruf dan lainnya.  
Subconscius mempengaruhi cara kita menulis

Nah, inilah dia jawabannya. Apakah dengan mengamati tulisan tangan seseorang, kita bisa mengetahui tentang pribadi penulisnya atau tidak? 

Tentu saja bisa. Karena, tulisan merupakan gambaran tentang bawah sadar kita. Sehingga, hal-hal yang tak tersadari bisa terungkap di sini.  

Bahkan, seseorang yang mengatakan dia punya mimpi besar dan visi jauh ke depan. Lewat tulisan tangan, kita bisa tau apa sebenarnya terdapat dalam bawah sadarnya. 

Namun dengan catatan khusus. Tulisan itu bukan konsumsi pribadi seperti note saat rapat. Tulisan resep para dokter jaman dulu. Mereka sengaja menulis hanya orang tertentu yang mampu membacanya. Akan tetapi, tulisan tersebut tujuannya untuk disampaikan kepada orang lain atau dirinya sendiri. Contohnya, catatan harian di buku agenda. Surat lamaran kerja yang bertulis tangan. Menulis resep makanan. Dan lainnya.

Apa Saja Yang Bisa Terungkap Lewat Tulisan Tangan?
Bagi orang-orang yang sudah mempelajari dan menguasai ilmu graphology—graphologist—atau sering terdengar istilah hand writing analysist seperti saya. Mereka mampu mengetahui maksud dari tulisan tangan Anda, di antaranya;

Gambaran umum
Interaksi sosial (komunikasi)
Pengambilan keputusan
Perilaku terhadap uang
Cara Berpikir
Kejujuran / Bohong
Mental Block
Self Esteem

Silakan Anda membaca contoh analisa tulisan tangan di sini

Saya Bisa Menganalisa Tulisan Tangan Anda, mau?
Nah, apakah Anda mau mengetahui tentang diri Anda lebih dalam? Mulai tahun ini—2013—saya membuka layanan terbaru selain pelatihan dan personal terapi. Yaitu, hand writing analysis. Yaitu menganalisa tulisan tangan Anda. Biasanya, Anda harus mengeluarkan Rp. 400.000 –bahkan jutaan untuk mendapatkan analisa ini.

Akan tetapi, karena ini merupakan layanan baru, maka saya mau memberikan layanan GRATIS kepada Anda. Gratis dalam rangka promosi layanan terbaru saya. Namun, perlu Anda ingat, kesempatan hanya untuk 20 orang saja. Oleh sebab itu, cepat ambil kesempatan ini sekarang. 

Bagaimana caranya?
1.   Siapkan kertas A4 2 lembar dan ballpen kesukaan Anda (yang biasanya Anda gunakan untuk menulis).

Pastikan kerta Anda gunakan polos
2.   Tulislah dengan tulisan tangan Anda pada kertas kosong A4 tersebut tentang diri Anda. Temanya boleh “Aku dan Kehidupanku”. Atau sesuka Anda yang mudah Anda tulis dan Anda senang menulisnya. 

3.   Beritanda tangan Anda setelah selesai menulis sampai halaman ke 2. 

4.   Sertakan juga alamat email Anda, untuk saya kirim softcopy analisanya.

5.   Masukkan dalam amplop (naskah asli bukan fotocopy) dan kirim ke alamat; Rahmadsyah, Jl. Syarpa No 12 Rt009/01 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12650, 0815.1144.8147

6.   Tunggu informasi analisanya di inbox email Anda. Paling lambat dua minggu setelah naskah Anda saya terima.

Ciganjur, 23 Januari 2013 
Bagikan

Sabtu, 06 Oktober 2012

Contoh Analisa Tulisan Tangan



GAMBARAN UMUM
Penulis nyaman menerima setiap peristiwa yang telah dia alami. Kemudian secara perlahan-lahan dia mulai bergerak untuk memikirkan masa depannya. Hal ini menandakan, bahwa dia mempunyai spontanitas yang cukup baik pada dirinya.

Selanjutnya, penulis terkadang nampak bersemangat, tertawa, tetapi kemudian tiada hujan tiada angin, tiba-tiba loyo dan berdiri tegak. Bahkan seketika bisa menangis tersedu-sedu. Hal ini dikarenakan dia sedang mengalami kegelisahan mendalam dan emosi tidak stabil. Kacau secara mental akibat pengendalian diri yang buruk.

Di sisi lain, penulis adalah orang-orang yang toleran dan mudah mengikuti arahan (penurut). Cuma terkadang, mudah untuk dimanfaatkan oleh orang lain. Dia agak lambat dalam mengambil keputusan. Karena, takut berhadapan hal baru. Maunya yang telah jelas-jelas saja. Cenderung cari aman.

Dalam hal berpikir, penulis adalah seseorang yang realistis namun kurang akan kreatifitas dan imajinasi. Terkadang kurang memahami tujuan yang dia inginkan. Cenderung merendahkan diri sendiri menderita perasaan inferioritas (perasaan bahwa diri tidak berguna dan berdaya).

Ketika memperoleh tantangan, dia cenderung memilih tidak mengatasi masalahnya. Akibatnya sedikit mengalami kebahagiaan hidup. Hal ini lantaran dia sedang mengalami kegalauan dan berusaha untuk lari dari masalah. Penyebab lainnya, adanya rasa putus asa menyelimutinya.

Selain realistis, penulis agak sedikit lambat dalam berpikir. Cenderung berhati-hati dan banyak perhitungan. Terkadang agak ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Butuh waktu lama untuk memahami suatu permasalahan. Namun dia memiliki pembawaan yang tenang.

INTERAKSI SOSIAL DAN ORANG LAIN
Pada dasarnya penulis senang melakukan komunikasi dan cenderung terbuka (mengizinkan orang lain untuk mengetahui tentang dirinya). Namun, karena harga dirinya rendah dan adanya ketakutan berhubungan dengan orang lain dalam dirinya, membuat penulis berusaha untuk mengisolasikan diri.

Dalam hal mengekspresikan diri, penulis seseorang yang Lebih berfokus pada dirinya. Dia cenderung lebih menyenangi diri sendiri (introvert). Tidak terlalu suka dengan keramaian. Kondisi ekstrimnya, dia merasa dirinya tidak penting—harga diri rendah—bisa jadi karena faktor masa lalu (baik pola asuh dalam rumah tangga atau saat bersosialisasi semasa kecilnya).

Ketika berinteraksi di tempat kerja, dia lebih suka bekerja yang aktivitasnya lebih banyak di kantor. Atau back office. Dibandingkan sering terjun ke lapangan. Ini lantaran dia  lebih suka berada di belakang layar dibandingkan tampil menghadapi publik. Dan keinginan ini dipengaruhi oleh anggapan kepada diri sendiri bahwa dirinya kecil.

Dalam konteks mengungkapkan perasaan kepada orang lain. Orang-orang disekitarnya terkadang menganggap dia susah untuk dimengerti. Lantaran, saat ini penulis mengalami tekanan emosi (konflik batin). Satu sisi dia ingin mengungkap perasaan nya. Akan tetapi di sisi lain ada yang menahan di dalam. Sehingga, membuatnya menjadi tertekan sendiri.

Dan penulis mengharapkan pengakuan untuk diakui sebagai orang penting. Cenderung memperlihatkan gengsi, harga dirinya tinggi, dan kepercayaan diri. Terkadang sering membual agar terlihat bahwa dirinya hebat.

PERENCANAAN
·         Belum bisa membuat perencanaan yang baik. Hal ini bisa disebabkan karena adanya mental block dalam dirinya berupa takut salah dan takut gagal.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
·         Lambat, karena cenderung sangat hati-hati.

PERILAKU TERHADAP UANG
·         Tidak pertimbangan dalam menggunakan uang (cenderung boros). Hal ini bisa jadi karena kurangnya pengendalian diri dalam diri penulis. Seperti tidak membuat perencanaan yang baik.

CARA BERPIKIR
·         Lambat karena ingin detail.
·    Analitis; suka menganalisa sebab dan akibat dari suatu kejadian, kemudian baru bisa mengambil kesimpulannya (keputusan).
·         Cenderung melihat sisi negatif setiap peristiwa yang dialami.
·         Mengutamakan logika dan realistis.
    Kurang imajinasi.

MENTAL BLOCK
1.      TAKUT GAGAL
Sangat takut akan kegagalan sehingga tidak berani mencoba. Dia memaknai kegagalan adalah aib yang harus dihindari dengan segala cara. Self-esteem atau harga diri yang rendah menjadi ciri-cirinya. Dan cenderung pesimistis.

Biasanya belief yang melatarbelakanginya:
·         Aku tidak mampu.
·         Aku tidak punya keterampilan cukup.
·         Apa pun yang aku lakukan selalu berakhir jelek.
·         Kalau aku berhasil pasti kegagalan sedang menantiku.
·         Kebahagiaan selalu akan diikuti dengan kegagalan.
·         Akut tidak layak berhasil.
·         Aku tidak layak mendapatkan kebahagiaan.
·         Hidup itu susah.
·         Hidupku memang ditakdirkan susah.
·         Susah dan gagal itu memang bagian dari kehidupanku.
·         Banyak orang tidak menyukaiku.
·         Aku tidak berharga.
·         Aku tidak penting.
·         Bisa berjalan saja sudah bagus.
·         Memikirkan hal-hal yang baik itu berbahaya.
·         Berpikir yang muluk-muluk itu bisa menimbulkan kekecewaan.
·         Hidup sulit itu terhormat.
·         Aku dianggap berharga saat bisa menunjukkan betapa sulitnya hidupku.
·         Orang-orang selalu mengambil keuntungan dariku.
·         Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk memperbaiki kehidupanku.
·         Orang lain pasti lebih hebat dariku.
·         Aku tidak selevel dengan orang-orang itu.
·         Tantangan adalah mengerikan.
·         Tanggung jawab itu mengerikan.
·         Orang lainlah yang harus membantu aku untuk bangkit.
·         Orang lain yang bertanggung jawab atas kesulitan yang aku hadapi.
·         Aku seperti ini gara-gara orang-orang tidak mendukungku.

2.      TAKUT DITOLAK DAN DINILAI SALAH
Dalam diri penulis adanya rasa tidak aman dan upaya pertahanan diri yang berlebihan. Karena takut kecewa serta merasa tidak setara dengan sekelilingnya. Selain ragu-ragu juga menuntut dirinya berlebihan, bahkan juga kepada orang lain. Seperti ada keinginan yang berlebihan untuk dihargai dan mendapatkan persetujuan dari orang lain. Hidupnya cenderung terombang-ambing dan sering merasa lelah (secara emosi). Dan ini juga pertanda ada perasaan harga diri yang kurang baik.

Biasanya belief yang melatarbelakanginya:
·         Ibu lebih menyayangi adik karena dia lebih pintar.
·         Aku memang bodoh, jadi logis kalau ibu lebih suka sama adik.
·         Wajahku memang buruk, beda dengan kakak, makanya ayah lebih bangga dengan kakak.
·         Aku memang tidak punya apa pun untuk dibanggakan.
·         Percuma aku mencoba, toh nanti ditolak juga.
·         Ibu bilang aku ini anak sial, memang benar begitu.
·         Aku tidak berarti, apa pun yang aku lakukan selalu tidak menarik bagi orang lain.
·         Aku tidak berharga, teman-teman selalu menolakku.
·         Setiap aku berbicara, orang lain jarang memperhatikanku.
·         Aku selalu ditinggalkan.
·         Aku selalu dikhianati.
·         Orang lain selalu melupakan aku.
·         Ke mana pun aku pergi orang lain selalu menolakku.
·         Aku selalu tidak diinginkan di mana pun aku berada.
·         Orang lain selalu lebih mampu dan lebih baik, seperti ibuku membandingkanku dengan anak tetangga (teman-temanku).
·         Aku memang layak ditinggalkan.

SELF-ESTEEM
Cenderung melihat dirinya rendah, murah, tidak layak, dan tidak berdaya. Dia selalu mencoba untuk mengalah dan lebih memberikan kesempatan kepada orang lain, tidak pernah percaya bahwa ada orang lain yang peduli dengan dirinya. Takut apabila ada orang yang mendekatinya (misalnya mau menjalin hubungan). Kecenderungan menjaga jarak dengan orang lain. Selalu mencoba menguji orang yang mendekatinya. Menutup diri, posesif, pencemburu, culas, narsis, dan merasa tidak mungkin diterima oleh orang lain.

Biasanya belief yang melatarbelakanginya:
·         Aku jelek.
·         Aku tidak berharga.
·         Aku tidak layak untuk dicintai.
·         Aku selalu melakukan kesalahan.
·         Apa pun yang aku lakukan pasti tidak sesuai dengan harapan orang.
·         Sangat memalukan kalau orang lain tahu kelemahanku (kekuranganku).
·         Selalu ada yang salah dengan diriku.
·         Orang hanya akan menerimaku kalau mereka tidak tahu siapa aku sebenarnya.
·         Tidak seorang pun peduli dengan diriku.
·         Aku sendirian di dunia ini.
·         Aku tidak baik.
·         Aku ini memang payah.
·         Tidak ada satu pun yang bisa dibanggakan dari diriku.
·         Aku tidak punya apa-apa.
·         Orang lain pasti lebih baik dariku.
·         Aku memang layak dikritik karena memang aku tidak mampu.
Bagikan