Kamis, 07 Juni 2012

Meraup Miliaran Rupiah Dengan NLP 2

Personal Branding

Sebagaimana janji saya kepada Anda kemarin. Hari ini, saya akan melanjutkan pengalaman saya mengikuti NLP talks. Selamat melanjutkan ya.

Semakin praktis semakin laris

Mari kita lanjutkan sharing NLP Talks. Kemudian, dalam pembuatan modul (produk), Pak Krishnamurti menyampaikan, agar mengonsep secara praktis berupa aplikasi NLP. Seperti contoh-contoh di atas. Karena, berdasarkan pengalaman beliau. Korporasi lebih berminat ilmu siap pakai. Daripada harus mengemas lagi. Makanya, siapa yang bisa mengemas pelatihan terapan NLP secara praktis, pasti lebih banyak mendapat order.

Selain attitude, promosi, dan produk. Beliau juga mewanti-wanti mengenai brand yang kita ciptakan kepada pasar. (Personal branding). Karena, brand ini akan membantu percepatan perkembangan karir. Beliau mengibaratkan, mengelola brand itu, layaknya orang berkebun. Hari ini menanam jagung. Tapi karena lama tumbuhnya, seminggu kemudian ganti dengan singkong. Bisa-bisa tidak pernah ada yang tumbuh dan tidak jadi-jadi. 

Cara membranding diri

Oleh karena itu, setelah menbranding diri, pertahankan. Sampai benar-benar melekat dibenak pasar siapa diri kita, dan apa layanan yang kita berikan ke mereka. Dan branding ini, bukan hanya yang tertera di kartu nama. Akhir nama akun facebook, seperti saya Rahmadsyah Mind-Therapist. Tetapi juga, layanan yang kita berikan juga sesuai dengan merek. 

Beliau mencontohkan, dari dulu hanya menerima order Motivasi. Sementara Marketing, Selling, Leadership, Costumer service dan lainnya. Setiap mendapat order, beliau tolak.  Terkadang refer ke rekan yang lebih ahli.

Kemudian, beliau melengkapi cara menciptakan personal branding. Yaitu harus spesifik. Ini sesuai dengan kinerja pikiran manusia. Otak akan lebih cepat merespon dan bertindak, bila program (intruksi)nya spesifik. Contoh, tahun 2008, saya menuliskan di bawah nama saya “therapist”. Lalu pak Krish mengusulkan supaya saya mengganti dengan yang lebih jelas. 

Sehingga, bila orang membacanya, langsung mengerti tanpa banyak tanya. Dan semenjak itu saya mencantumkan trauma therapist di kartu nama saya. Sampai teman dekat saya bilang, “Therapist yang trauma, karena trauma menterapi”.

Hingga, pada akhir 2009, saya re-branding diri. Karena kasus yang saya tangani bukan hanya trauma, tapi juga lainnya. Seperti gak percaya diri, stress, dendam, takut memprospek, sulit mengambil keputusan, mental block, homoseksual, dan berhubungan emosi. Maka saya mencari-cari brand lain di internet. Dan saya terinspirasi dengan blog seorang Trainer dan Hypnotherapist. 

Pada Header blognya, saya membaca Mind Therapy. Semenjak itu, saya mengubah brand saya menjadi Mind-Therapist. Tidak tanggung-tanggung, saya menambahkan kata mind-therapist di akhir nama akun facebook saya. Tanda tangan email pun juga demikian. Apalagi di kartu nama? Sudah pasti. 

Selain itu, saya juga menuliskan tips terapi berdasarkan pengalaman yang saya lakukan dengan klien. Sampai ada yang bertanya, apa beda Hypnotherapist dengan Mind-Therapist. Saya jawab “tidak ada. Hanya kemasan berbeda”.

Menulis buku

Krishnamurti Mindset Motivator
Buku Terabaru Krishnamurti
Tips terakhir yang Pak Krish bagikan—cara percepatan karir sebagai trainer—menulis buku. Sekurang-kurangnya, rajin memposting artikel mengenai aktifitas yang kita lakukan sesuai konteks layanan training. Beliau menceritakan, gara-gara Share The Key. Perusahaan memutuskan beliau sebagai trainer untuk pelatihan di perusahaan tersebut. Karena, pemilik perusahaan suka dengan isi bukunya. Dan dia mau bertemu penulis serta mengikuti training penulisnya. 

Selain menulis artikel atau buku. Memiliki program di radio sangat mempercepat juga. Beliau mencontohkan, setelah mengudarakan di Sonora—program Terapi Musik setiap minggu malam—dan motivasi di senin pagi. Pak Krish bisa memberikan training di beberapa daerah yang belum beliau kunjungi sebelumnya.

Oh ya, Pak Krish juga membagikan tips membuat program di radio. Caranya, tulis proposal dua lembar, sertakan dengan artikel yang pernah kita tulis. Lalu tawarkan. Karena, info dari orang-orang broadcasting. Pada dasarnya radio memiliki waktu-waktu kosong yang belum terisi acara. Dan kiat biar cepat diterima, menurut pak Krish, jangan harapkan bayaran. Sebab, Kalau program bagus, pasti ada sponsornya.

Ciganjur, Kamis 5 April 2012
Bagikan