| Personal Branding |
Sebagaimana
janji saya kepada Anda kemarin. Hari ini, saya akan melanjutkan pengalaman saya
mengikuti NLP talks. Selamat melanjutkan ya.
Semakin praktis semakin laris
Mari kita
lanjutkan sharing NLP Talks. Kemudian, dalam pembuatan modul (produk), Pak
Krishnamurti menyampaikan, agar mengonsep secara praktis berupa aplikasi NLP.
Seperti contoh-contoh di atas. Karena, berdasarkan pengalaman beliau. Korporasi
lebih berminat ilmu siap pakai. Daripada harus mengemas lagi. Makanya, siapa
yang bisa mengemas pelatihan terapan NLP secara praktis, pasti lebih banyak
mendapat order.
Selain attitude, promosi, dan produk. Beliau juga mewanti-wanti
mengenai brand yang kita ciptakan kepada pasar. (Personal branding). Karena, brand ini akan membantu percepatan
perkembangan karir. Beliau mengibaratkan, mengelola brand itu, layaknya orang berkebun. Hari ini menanam jagung. Tapi
karena lama tumbuhnya, seminggu kemudian ganti dengan singkong. Bisa-bisa tidak
pernah ada yang tumbuh dan tidak jadi-jadi.
Cara membranding diri
Oleh karena
itu, setelah menbranding diri, pertahankan. Sampai benar-benar melekat dibenak
pasar siapa diri kita, dan apa layanan yang kita berikan ke mereka. Dan
branding ini, bukan hanya yang tertera di kartu nama. Akhir nama akun facebook,
seperti saya Rahmadsyah Mind-Therapist. Tetapi juga, layanan yang kita berikan
juga sesuai dengan merek.
Beliau
mencontohkan, dari dulu hanya menerima order Motivasi. Sementara Marketing,
Selling, Leadership, Costumer service dan lainnya. Setiap mendapat order,
beliau tolak. Terkadang refer ke rekan
yang lebih ahli.
Kemudian,
beliau melengkapi cara menciptakan personal branding. Yaitu harus spesifik. Ini
sesuai dengan kinerja pikiran manusia. Otak akan lebih cepat merespon dan
bertindak, bila program (intruksi)nya spesifik. Contoh, tahun 2008, saya
menuliskan di bawah nama saya “therapist”. Lalu pak Krish mengusulkan supaya
saya mengganti dengan yang lebih jelas.
Sehingga,
bila orang membacanya, langsung mengerti tanpa banyak tanya. Dan semenjak itu
saya mencantumkan trauma therapist
di kartu nama saya. Sampai teman dekat saya bilang, “Therapist yang trauma, karena trauma menterapi”.
Hingga, pada
akhir 2009, saya re-branding diri. Karena kasus yang saya tangani bukan hanya
trauma, tapi juga lainnya. Seperti gak percaya diri, stress, dendam, takut
memprospek, sulit mengambil keputusan, mental block, homoseksual, dan berhubungan
emosi. Maka saya mencari-cari brand lain di internet. Dan saya terinspirasi
dengan blog seorang Trainer dan Hypnotherapist.
Pada Header
blognya, saya membaca Mind Therapy.
Semenjak itu, saya mengubah brand saya menjadi Mind-Therapist. Tidak tanggung-tanggung, saya menambahkan kata mind-therapist di akhir nama akun
facebook saya. Tanda tangan email pun juga demikian. Apalagi di kartu nama?
Sudah pasti.
Selain itu, saya
juga menuliskan tips terapi berdasarkan pengalaman yang saya lakukan dengan
klien. Sampai ada yang bertanya, apa beda Hypnotherapist dengan Mind-Therapist. Saya jawab “tidak ada. Hanya kemasan berbeda”.
Menulis buku
| Buku Terabaru Krishnamurti |
Tips
terakhir yang Pak Krish bagikan—cara percepatan karir sebagai trainer—menulis
buku. Sekurang-kurangnya, rajin memposting artikel mengenai aktifitas yang kita
lakukan sesuai konteks layanan training. Beliau menceritakan, gara-gara Share The Key. Perusahaan memutuskan
beliau sebagai trainer untuk pelatihan di perusahaan tersebut. Karena, pemilik
perusahaan suka dengan isi bukunya. Dan dia mau bertemu penulis serta mengikuti
training penulisnya.
Selain
menulis artikel atau buku. Memiliki program di radio sangat mempercepat juga.
Beliau mencontohkan, setelah mengudarakan di Sonora—program Terapi Musik setiap
minggu malam—dan motivasi di senin pagi. Pak Krish bisa memberikan training di
beberapa daerah yang belum beliau kunjungi sebelumnya.
Oh ya, Pak
Krish juga membagikan tips membuat program di radio. Caranya, tulis proposal
dua lembar, sertakan dengan artikel yang pernah kita tulis. Lalu tawarkan.
Karena, info dari orang-orang broadcasting. Pada dasarnya radio memiliki
waktu-waktu kosong yang belum terisi acara. Dan kiat biar cepat diterima,
menurut pak Krish, jangan harapkan bayaran. Sebab, Kalau program bagus, pasti
ada sponsornya.
Ciganjur,
Kamis 5 April 2012
Bagikan