“Sudahkah
Anda memiliki bintang terang?”
Bintang
terang bukan tentang uang
Begitulah
seorang inspirator bertanya kepada para hadirin peserta seminarnya. Bahkan,
pertanyaan ini bukan hanya untuk orang-orang yang memutuskan membayar
pelatihan. Akan tetapi, juga kepada shahabat facebook, twitter dan pengunjung
setia rumah maya beliau.
Tahun
2009 silam. Setelah mata saya menangkap kumpulan kata-kata provokasi darinya.
Pikiran saya mencoba meransang—agar saya menentukan bintang terang. Kemudian,
saya pun menggoreskan dalam selembar kertas. Pada kertas putih itu tercatat
begitu banyak angka-angka yang menghiasi di sana. Rata-rata pencapaian yang mau
saya raih pada tahun 2010 hanya uang… uang… dan uang.
Bintang
terang = to be + to do
Selesai
mengukir kata, saya menyerahkan kepada sang inspirator, meminta pendapatnya
mengenai bintang terang yang saya putuskan. Ternyata, bintang terang yang saya
buat keliru. Bukan seperti itu bintang terang. Bitang terang atau prestasi
terbaik, bukanlah berbicara mengenai to have.
Tetapi prestasi terbaik itu tentang to be
dan to do.
Lalu
saya biarkan saja tulisan mengenai bintang terang saya pada halaman blog saya.
Dan tahun-tahun saya jalani, seperti kebanyakan orang lain mengisi kehidupan
ini. Termasuk seperti Anda tentunya. Bangun pagi melaksanakan rutinitas
layaknya mesin yang telah terprogram melakukan sesuatu. A, kemudian B, setelah
itu C dan selanjutnya hingga selesai.
Memang,
tidak semua dari Anda seperti itu. Tapi, begitulah diri saya dahulunya. Sampai
pada tahun 2012, kesempatan menghadiri seminar singkat mengenai proposal hidup
datang mengunjungi saya. Di kelas itulah, saya memahami, apa yang dimaksud
dengan bintang terang. Atau prestasi terbaik.
Bintang
terang = pencapaian tertinggi
Pemahaman
saya pribadi menyimpulkan. Presatsi terbaik adalah sesuatu aktifitas yang kita
lakukan, di dalamnya mengandung unsur pencapaian, kepeduliaan, pengembangan
diri dan kebermaknaan hidup. Sesuatu yang Anda lakukan, memuaskan batin Anda
selesai mengerjakannya.
Dan
yang paling penting—prestasi terbaik—adalah pencapaian pribadi. Bukan milik
orang lain. Prestasi terbaik membicarakan tentang diri Anda. Hal ini akhirnya,
mengantarkan kita kepada penciptaan stasiun tujuan akhir. Sehingga, kita menjadi
sangat sadar. Bila melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat—dengan segera bisa
bertanya kepada diri kita sendiri—apakah yang saya lakukan ini akan membawa
kepada bintang terbaik saya?
Dan
inilah bintang terang saya,
“Prestasi terbaik saya tahun 2050, saya mampu
dan berhasil mengoptimalkan potensi 7 juta orang. Di mana 1 juta di antaranya
berhasil mewujudkan prestasi terbaiknya—sehingga tinggi nilai
akhlaknya—terangkat harkat, martabat dan
finansialnya”
Ciganjur,
12 Mei 2012
Bagikan