![]() |
| Trevor saat menjelaskan idenya |
Sebagaimana janji saya kemarin kepada Anda. Sekarang, mari kita lanjutkan cerita trevor dan menjadi penebar manfaatnya.
Ribuan orang mengenangnya
Sang wartawan yang begitu terkesan
terhadap kebaikan ayah si gadis,
bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah "Pay It Forward" tersebut. Naluri
Jurnalistiknya mendorong dia menelusuri mundur untuk mencari informasi.
Dia memulai dari ayah si gadis. Pemuda yang memberi
antrian nomor rumah sakit.
Nenek yang melindungi pemuda. Ibunya Trevor yang memaafkan nenek
Trevor. Sampai
kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut. Dengan bantuan sang wartawan,
Trevorpun muncul di televisi.
Namun umur Trevor sangat singkat. Dia ditusuk pisau
saat akan menolong teman sekolahnya, Adam, yang selalu diganggu oleh para berandalan.
Selesai pemakaman Trevor.
Betapa terkejutnya sang ibu. Dia melihat ribuan orang tidak
henti-hentinya datang dan berkumpul di halaman rumahnya. Sambil meletakkan
bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor.
Trevor sendiri pun, sampai akhir hayatnya tidak
pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang. Tetapi dia hanya berfokus melakukan kebaikan untuk orang lain.
Apa ide mengubah dunia Anda?
Sungguh
menginspriasi dan menggugah cerita ini bukan? Meskipun Trevor meninggal di usia
muda. Namun, kiprah mengubah dunia terus mengalir. Bahkan, dalam buku Makelar
Rezeki. Secara terang-terangan Pak Jamil mengajak agar kita melanjutkan misi
mengubah dunia Trevor. Seperti kisah beliau tentang beberapa temannya yang
melakukan misi membuat kehidupan orang lain lebih mudah. Dan menjadi lebih
baik.
Sebut saja
@saptuari. Seorang pengusaha asal Jogya yang pernah mengisi sebagai bintang
tamu di Kick Andy Show. Beliau menyosong ide sedekah rombongan. Yaitu, gerakan
bersedekah tanpa menyebutkan atas nama orang atau lembaga. Melainkan,
menyatukan dana dari donatur, hingga jumlah untuk pertolongan tertentu
tercukupi. Maka, beliau bersama para relawan, akan menyumbangkan dana tersebut.
Memang,
Kisah di atas jelas hanya drama hayalan. Tetapi, bayangkan, bila gerakan Pay It Forward ini kita lanjutkan dalam
tindakan nyata? Jadi, apa ide Anda yang akan mengubah dunia?
Prestasi Terbaik
![]() | |
| Training Communication Skill |
Tips
sederhana agar mudah melahirkan ide mengubah dunia adalah tentukan prestasi terbaik yang ingin Anda persembahkan
dalam hidup ini. Prestasi terbaik sesuatu yang membuat Anda bangga, puas, dan
tidak menyesal hidup di dunia. Hal yang mengakibatkan orang-orang di sekitar kita
juga bangga dengan Anda. Dan, menjadikan Anda punya bekal yang cukup, ketika
menghadap kepada Sang Pencipta.
Tips ini
saya kuasai setelah mengikuti seminar dan membaca buku “Tuhan Inilah Proposal Hidupku”. Semenjak saat itu saya memutuskan “Prestasi terbaik saya tahun 2050, saya mampu
dan berhasil mengoptimalkan potensi 7 juta orang. Di mana 1 juta di antaranya
berhasil mewujudkan prestasi terbaiknya—sehingga tinggi nilai
akhlaknya—terangkat harkat, martabat dan
finansialnya”.
Explore Your Potential in 7 Days
Dan syarat
membuat prestasi terbaik sangat sederhana. Yaitu TTS. Tertulis, Terukur, dan Spesifik.
Oleh karena itu, agar prestasi terbaik (Coach saya bilang itu sama
dengan personal outcome) saya
terwujud, dan misi Pay It Forward juga terealisasi. Maka, saya memutuskan
merancang kelas Complete Training Explore
Your Potentiasl in 7 Days.
Adalah
pelatihan berdurasi 7 hari dari jam 09.00 – 17.00 berturut-turut. Program ini
membahas tentang Strategy Mewujudkan
personal outcome, Merobek mental block, Mengoptimalkan potensi diri, Personal
branding, Komunikasi efektif (menjual/selling) dan Mission komitmen.
Syarat peserta
mengikuti pelatihan ini, berkomitmen untuk membantu 3 orang (seperti pada
cerita Pay It Forward). Baik komersil atau cuma-cuma. Dan program ini saya
rancang setahun sekali.
Seminar Terapi Berpikir Positif
Selain itu,
saya juga berkomitmen menjalankan kembali seminar 2 jam, Terapi Berpikir
Positif. Program yang pernah saya lakukan setiap hari selasa jam 14.00 – 16.00
selama 4 bulan berturut-turut.
Dulu program
ini saya selenggarakan sendiri. Saya mencari tempatnya, mengundang, dan
menelfon peserta yang konfirmasi. Intinya, waktu, tenaga, dan dananya, dari
saya sendiri. Karena, peserta hanya menginvestasikan waktu dan biaya
transportnya masing-masing.
Tahun ini,
saya komitmen menjalankan minimal sebulan sekali. Bekerja sama dengan pihak
lain. Ide yang terpikirkan, kerja sama dengan penerbit Mizan sebagai sarana
marketing buku Terapi Berpikir Positif karangan Ibrahim elfikri yang mereka
terbitkan. Selain itu, toko buku yang berminat bekerjasama.
Mohon doakan saya
Oleh karena
itu, shahabat saya yang budiman. Saya memohon sambung doa dari Anda. Semoga
program ini Allah mudahkan pelaksanaannya. Karena tanpa Izin dan Ridho dari
Allah, tidak akan terjadi apapun. Ya Allah, inilah persembahanku.
Ciganjur,
Rabu 4 April 2012
Bagikan

