| Buku Terbaru Jamil Azzaini |
Sebaik-baiknya
manusia adalah yang bermanfaat bagi semesta, hewan, tumbuhan dan manusia
lainnya.
#NasehatDiri
Inspirasi dari Makelar Rezeki
Selasa, 20 maret 2012. Saya jalan-jalan ke toko buku
Gramedia Pejaten Village. Tempat saya mencari inspirasi bila kebuntuan ide
mulai tersendat-sendat dalam pikiranku. Rak buku yang paling sering saya
kunjungi, tentu Anda bisa menebaknya dengan benar.
Ayo, saya mengizinkan Anda untuk mencoba menebaknya.
Ya, benar sekali. Rak yang konsisten saya sapa, setiap memasuki ruang inspirasi
(baca; toko buku) adalah, psikologi atau pengembangan diri.
Hari itu, saya memang meniatkan diri berangkat dari
rumah menuju Penvil. Untuk membeli beberapa buku yang sudah saya baca-baca pada
kunjungan sebelumnya. Saya mencanangkan membeli 3 buah buku, yaitu; (1) Makelar Rezeki, (2) Tuhan Inilah Proposal Hidupku (Karangan bapak Jamil Azzaini) dan (3)
How to Ignite Your Passion for Living
(Karya Mark O. haroldsen).
Dan hari ini, selesai sudah saya menamatkan membaca
buku Makelar Rezeki tersebut. Buku ini
mengisahkan tentang kiat sederhana menjadikan diri kita sebagai orang gardu
energi. Makelar Rezeki tidak melulu tentang uang. Tetapi juga lainnya. Seperti
tahta, kata dan cinta. Intinya, menjadi sosok seperti mutiara Arab. “Sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat
bagi sesama”.
Pay it forward
Adapun hal yang sangat menginspirasi saya dari buku
ini—yaitu pembahasan pada bab 4 menjadi makelar rezeki. Point ajakan agar
segera bertindak “Mulai sekarang juga”
(hal 154-162). Bab ini mengupas kisah menarik dan menggugah saya. Yakni cerita
drama hollywood, Pay it forward.
Sebenarnya, kisah drama tersebut, sudah pernah saya dapatkan di milist. Bahkan,
Pak Jamil sendiri pernah menuliskan ini sebelumnya. Akan tetapi, kali ini,
pesan dalam ajakan dari kisah tersebut, benar-benar menancap dalam diriku.
Dan izinkan saya menceritakan kembali kepada Anda. Inti
drama ini. Pay
It Forward adalah sebuah film drama Hollywood
yang diproduksi pada tahun 2000. Film
ini disutradarai oleh Mimi feler. Mengisahkan
tentang sebuah ide sederhana dari seorang anak kecil berusia 11 tahun, Trevor.
Bocah kecil ini hidup bersama ibunya, Arlene, seorang pemabuk dan single
parent.
Ide mengubah dunia
Film ini berawal, pada saat seorang guru ilmu
sosial di sekolah Trevor memberikan sebuah tugas. Sang guru, Mr. Simonet,
meminta para murid memikirkan sebuah ide
yang dapat mengubah dunia. Para murid juga diminta untuk mewujudkan idenya
ke dalam tindakan nyata.
Pada saat itulah Trevor mencetuskan
ide Pay It Forward atau bayar dimuka.
Inti dari ide Trevor adalah ia hanya perlu menolong
tiga orang. Pertolongan itu harus
dalam bentuk yang nyata dan tidak bisa dilakukan oleh orang yang akan ditolong
itu. Setiap orang yang telah ditolong
harus menolong tiga orang lain, begitu seterusnya.
Target pertolongan Trevor
| Pay It forward Movie |
Trevor memutuskan bahwa tiga orang
yang akan menjadi bahan eksperimen adalah seorang pemuda gembel pecandu narkoba
bernama Jerry, Mr. Simonet yang
masih hidup membujang, dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh
sekelompok anak-anak nakal bernama Adam.
Trevor melihat bahwa Ibunya sangat
kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa. Sehingga menjadi pecandu minuman keras.
Trevor berusaha menghentikan kecanduan ibunya—dengan cara—dia rajin mengosongkan isi botol
minuman keras yang ada di rumah mereka. Trevor juga mengatur rencana, supaya ibunya bisa
berkencan dengan guru sekolah Trevor, Mr Simonet yang memberinya tugas itu.
Ide Trevor mulai berjalan. Jerry
dibantu oleh Trevor dengan cara membelikan baju, sepatu dan perlengkapan lain
untuk modal bekerja serta meyadarkannya agar tidak terlibat narkoba. Uang itu
diambil dari tabungan Trevor. Ketika Jerry berucap tarima kasih kepada Trevor,
maka Treveor hanya menjawab “Pay It
Forward".
Efek Pay it forward
Jerry kemudian ikut membantu Trevor
memperbaiki mobil Ibunya yang rusak tanpa diminta. Sang ibu melihat perhatian
si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang Ibu mengucapkan terima
kasih, Trevor menjawab "Pay It
Forward"
Ibu Trevor yang terkesan dengan yang
dilakukan Trevor. Sehingga, dia terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah
diterimanya itu—dengan
pergi ke rumah ibunya (nenek si Trevor)—hubungan
mereka telah rusak selama bertahun-tahun.
Dan mereka tidak pernah bertegur sapa. Kehadiran sang putri untuk
meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka, membuat nenek Trevor begitu
terharu. Saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, ibu Trevor
membalas dengan
ucapan: "Pay It Forward”
Sang nenek yang begitu bahagia
karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan
tersebut. Dia
menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan, karena dikejar polisi untuk
bersembunyi di mobil si nenek.
Ketika pemuda itu merasa sudah
aman, si pemuda mengucapkan terima kasih.
Si nenek menjawab dengan kata-kata : "Pay It Forward".
Si pemuda yang terkesan dengan
kebaikan si nenek, juga terdorong meneruskan
kebaikan tersebut.
Dia memberikan nomor antriannya
di rumah sakit kepada seorang gadis kecil,
yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan. Ayah si gadis kecil
begitu berterima kasih kepada si pemuda ini. Dan pemuda itu
menimpali dengan:
"Pay It Forward"
Ayah si gadis kecil yang ternyata
konglomerat,
terkesan dengan kebaikan si pemuda. Orang kaya itupun terdorong meneruskan
kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV, yang mobilnya mogok pada
saat sedang meliput suatu acara. Saat si wartawan berterima kasih karena
mendapat rezeki nomplok berupa mobil Jaguar, ayah si gadis menjawab: "Pay It Forward"
Bersambung
Sampai di sini dulu cerita ini, besok insyAllah saya sambung, mengenai dampak dari Pay It Forward. Apa yang terjadi kepada Trevor? Bagaimana mengkonsep ide mengubah dunia?
Ciganjur, 4 April 2012