Jumat, 08 Juni 2012

Ayo Ikut Gerakan Penebar Manfaat 1

Buku Terbaru Jamil Azzaini

Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi semesta, hewan, tumbuhan dan manusia lainnya.

#NasehatDiri

Inspirasi dari Makelar Rezeki

Selasa, 20 maret 2012. Saya jalan-jalan ke toko buku Gramedia Pejaten Village. Tempat saya mencari inspirasi bila kebuntuan ide mulai tersendat-sendat dalam pikiranku. Rak buku yang paling sering saya kunjungi, tentu Anda bisa menebaknya dengan benar. 

Ayo, saya mengizinkan Anda untuk mencoba menebaknya. Ya, benar sekali. Rak yang konsisten saya sapa, setiap memasuki ruang inspirasi (baca; toko buku) adalah, psikologi atau pengembangan diri.

Hari itu, saya memang meniatkan diri berangkat dari rumah menuju Penvil. Untuk membeli beberapa buku yang sudah saya baca-baca pada kunjungan sebelumnya. Saya mencanangkan membeli 3 buah buku, yaitu; (1) Makelar Rezeki, (2) Tuhan Inilah Proposal Hidupku (Karangan bapak Jamil Azzaini) dan (3) How to Ignite Your Passion for Living (Karya Mark O. haroldsen).

Dan hari ini, selesai sudah saya menamatkan membaca buku Makelar Rezeki tersebut. Buku ini mengisahkan tentang kiat sederhana menjadikan diri kita sebagai orang gardu energi. Makelar Rezeki tidak melulu tentang uang. Tetapi juga lainnya. Seperti tahta, kata dan cinta. Intinya, menjadi sosok seperti mutiara Arab. “Sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat bagi sesama”.

Pay it forward

Adapun hal yang sangat menginspirasi saya dari buku ini—yaitu pembahasan pada bab 4 menjadi makelar rezeki. Point ajakan agar segera bertindak “Mulai sekarang juga” (hal 154-162). Bab ini mengupas kisah menarik dan menggugah saya. Yakni cerita drama hollywood, Pay it forward. Sebenarnya, kisah drama tersebut, sudah pernah saya dapatkan di milist. Bahkan, Pak Jamil sendiri pernah menuliskan ini sebelumnya. Akan tetapi, kali ini, pesan dalam ajakan dari kisah tersebut, benar-benar menancap dalam diriku. 

Dan izinkan saya menceritakan kembali kepada Anda. Inti drama ini. Pay It Forward adalah sebuah film drama Hollywood yang diproduksi pada tahun 2000. Film ini disutradarai oleh Mimi feler. Mengisahkan tentang sebuah ide sederhana dari seorang anak kecil berusia 11 tahun, Trevor. Bocah kecil ini hidup bersama ibunya, Arlene, seorang pemabuk dan single parent.

Ide mengubah dunia

Film ini berawal, pada saat seorang guru ilmu sosial di sekolah Trevor memberikan sebuah tugas. Sang guru, Mr. Simonet, meminta para murid memikirkan sebuah ide yang dapat mengubah dunia. Para murid juga diminta untuk mewujudkan idenya ke dalam tindakan nyata.

Pada saat itulah Trevor mencetuskan ide Pay It Forward atau bayar dimuka. Inti dari ide Trevor adalah ia hanya perlu menolong tiga orang. Pertolongan itu harus dalam bentuk yang nyata dan tidak bisa dilakukan oleh orang yang akan ditolong itu. Setiap orang yang telah ditolong harus menolong tiga orang lain, begitu seterusnya.

Target pertolongan Trevor

Pay It forward Movie
Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah seorang pemuda gembel pecandu narkoba bernama Jerry, Mr. Simonet yang masih hidup membujang, dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal bernama Adam.

Trevor melihat bahwa Ibunya sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa. Sehingga menjadi pecandu minuman keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan ibunyadengan cara—dia rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada di rumah mereka. Trevor juga mengatur rencana, supaya ibunya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor, Mr Simonet yang memberinya tugas itu.

Ide Trevor mulai berjalan. Jerry dibantu oleh Trevor dengan cara membelikan baju, sepatu dan perlengkapan lain untuk modal bekerja serta meyadarkannya agar tidak terlibat narkoba. Uang itu diambil dari tabungan Trevor. Ketika Jerry berucap tarima kasih kepada Trevor, maka Treveor hanya menjawab “Pay It Forward".

Efek Pay it forward

Jerry kemudian ikut membantu Trevor memperbaiki mobil Ibunya yang rusak tanpa diminta. Sang ibu melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang Ibu mengucapkan terima kasih, Trevor menjawab "Pay It Forward"

Ibu Trevor yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor. Sehingga, dia terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itudengan pergi ke rumah ibunya (nenek si Trevor)hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun. Dan mereka tidak pernah bertegur sapa. Kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka, membuat nenek Trevor begitu terharu. Saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, ibu Trevor membalas dengan ucapan: "Pay It Forward”

Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut. Dia menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan, karena dikejar polisi untuk bersembunyi di mobil si nenek. Ketika pemuda itu merasa sudah aman, si pemuda mengucapkan terima kasih. Si nenek menjawab dengan kata-kata : "Pay It Forward".

Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek,  juga terdorong meneruskan kebaikan tersebut. Dia memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil, yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan. Ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini. Dan pemuda itu menimpali dengan: "Pay It Forward"

Ayah si gadis kecil yang ternyata konglomerat, terkesan dengan kebaikan si pemuda. Orang kaya itupun terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV, yang mobilnya mogok pada saat sedang meliput suatu acara. Saat si wartawan berterima kasih karena mendapat rezeki nomplok berupa mobil Jaguar, ayah si gadis menjawab: "Pay It Forward"

Bersambung 

Sampai di sini dulu cerita ini, besok insyAllah saya sambung, mengenai dampak dari Pay It Forward. Apa yang terjadi kepada Trevor? Bagaimana mengkonsep ide mengubah dunia? 

Ciganjur, 4 April 2012

Bagikan