Minggu, 27 Januari 2013

Cara Mengatasi Kejenuhan dan Bosan



"Sebaik-baiknya amalan adalah pertengahannya".

Apakah Anda Pernah Bosan?
Sudah pasti "ya" jawabannya, iyakan? Apa pun aktifitas seseorang pasti mengalami yang namanya jenuh dan bosan. Tanpa terkecuali siapa pun. Saya sebulan sekali pernah mengalaminya. Tapi dalam waktu sesaat. (bukan sepanjang hari).

Biasanya, tatkala bosan menyelimuti kehidupan. Saya segera berusaha untuk menggunakan teknik NLP dan ilmu pemberdayaan diri lainnya untuk mengatasi keJENUHan dan keBOSANan saya. Akan tetapi, menjadi berbeda sekarang. Ya, sangat berbeda.

Mengelola Jenuh
Apanya yang beda? Kalau dulu saya berusaha untuk mengatasi (mengelola) kejenuhan tersebut dengan mengubahnya menjadi kesenangan dan semangat. Tapi kini saya memutuskan untuk meNIKMATi dan menSYUKURi setiapkali BOSAN dan JENUH menyapa.

Mengapa? Sebelum saya menjawabnya. Saya yakin Anda setuju. Bahwa sesuatu yang berlebihan atau terlalu itu malah bukan pada proporsinya. Bahasa kerennya tidak proporsional, iyakan? 

Seperti ada ungkapan Nabi Muhamad. "Sebaik-baiknya amalan adalah pertengahannya". Selain karena hadits ini, ada alasan lain yang mencerahkan kesadaran saya.

Lubang di Retina
Seorang teman Facebook bapak Akhmad Guntar bercerita. Bahwa di retina mata beliau berlubang karena STRESS. Bukan karena tidak menyukai pekerjaannya. Akan tetapi, karena beliau sangat senang pada aktifitas yang sedang beliau kerjakan selama ini. Sehingga, sehari-hari terus memompa adrenalin dalam tubuhnya. 

Efeknya kini, mata beliaulah korbannya. Dan ini analisa dokter. (Mari kita doakan supaya dua minggu ke depan proses operasinya berjalan dengan lancar).

Menikmati Setiap Emosi
Setelah membaca sharing beliaulah. Kini saya menyanmbut setiap kebosanan dan kejenuhan datang, dengan meNIKMATinya sebagai proses penyeimbangan tubuh. 

So, bagi Anda yang mencari-cari jalan keBAHAGIAan dan sedang memfokuskan diri untuk selalu bahagia, teruslah mencari sampai Anda menemukannya. Tapi, jika boleh saya menyarankan. Mulai saat ini, izinkan sesekali diri Anda untuk meNIKMATi setiap emosi yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita. 


Menurut penelitian Anthony Robins Research, sebenarnya kita memiliki lebih dari 3650 jenis emosi. Sementara menurut Paul Ekman kita mempunyai 6 jenis dasar emosi. Yaitu, Bahagia, Sedih, Marah, Kaget, Jijik / Gak enakan dan Terkejut.

Di bawah ini saya lampirkan tulisan shahabat saya yang saya kutip dari facebooknya. 


RETINA MATA SAYA BERLUBANG; ANDA PERLU TAU SEBABNYA AGAR TAK TURUT MENGALAMI

Sepertinya satu minggu terakhir, penglihatan dari mata sebelah kanan saya tampak kabur dan gelap, baik untuk jarak dekat maupun jauh. Oleh mata kanan saya tampak ada bentuk oval gelap dan kadang silau yang menghalangi penglihatan. Utk melihat apapun di jarak baca, menggunakan mata kiri saja lebih nyaman rasanya. Dan FYI, ketika penglihatan salah satu mata kabur, penglihatan dg dua mata pun jg jadi kabur!

Dari pemeriksaan yang dilakukan sore kemarin di RS Mata Undaan Surabaya, dokter temukan retina mata saya berlubang (bisa dilihat di gambar), dan ada pembengkakan syaraf serta genangan cairan di bagian dalam bola mata saya (akibat lubang tadi).

Dokter katakan, itu karena hormonal STRESS yang berlebih. Bahwa stres bisa menyebabkan retina berlubang, saya baru tau ini. Dan saya stres? Susah sekali saya menerima “tuduhan” itu. Saya sampai bilang, “Dok, kerja saya memang banyak, tapi saya SANGAT EXCITED (senang) dg pekerjaan saya.”

Baru beberapa jam kemudian saya mulai sadari betul apa makna STRES yang sesungguhnya. Saya rasa penting bagi Anda untuk mencermatinya.

(Salah) inti STRES adalah pd tekanan yang berlaku pd FISIK (bukan cuma psikis), kondisi di mana diri—SECARA SUBYEKTIF—merasa berada dalam tekanan yang melebihi kapasitas/kemampuan diri, terlepas yang bersangkutan menghadapinya dg psikis pilu remuk hati atau dg psikis tertantang senang penuh energi. Untuk kasus ke-2, stres (tekanan) ini bisa terjadi ketika fisik digeber dalam kondisi “adrenalin on” atau “full power on” dalam waktu berkepanjangan dg sedikit jeda. 

Beban, tanggung jawab, tenggat, dan tantangan yang saya hadapi beberapa minggu terakhir secara subyektif saya anggap berada di luar kapasitas normal saya. Tapi saya menerimanya dengan penuh semangat dan energi positif penuh syukur suka hati. Blas tak ada rasa ingin menghindar, bahkan sekedar menjalani tantangan ini saja sudah membuat saya SANGAT SENANG, karena saya merasa begitu luar biasa bertumbuh dg beban & tantangan ini, bakat dan kekuatan saya terberdayakan secara habis-habisan. 

Kerja mulai pagi-pagi, saya tidur 3-5 jam tiap hari, dan tidur di malam hari bukan karena saya ingin tidur, tapi betul-betul karena saya merasa butuh/harus tidur. Secara konsisten saya berada dalam kondisi penuh siaga dan mode-kerja sepanjang hari di waktu terjaga.
Psikis/emosi saya tidak stres, tapi tubuh saya tidak bisa menghadapinya. Larinya bukan ke sakit perut, nyeri kepala atau dampak stres lain yang lumrah (yang saya optimis tidak akan menghentikan saya dari bekerja), melainkan ke mata. Tuhan lebih tahu bagaimana cara menegur saya :-)

My take away:
- Mode full power ala"super saiyan" secara non-stop bukanlah cara yang baik untuk hadapi beban/tantangan yang berada di luar kapasitas diri

- Bersantai dan slowing down adalah suatu keterampilan penting untuk menjaga kondisi optimal TUBUH (terlepas psikis merasa OK dg tekanan).

- Ngegame yang memompa adrenalin juga bukan cara yang bagus untuk beristirahat. Perlu aktivitas yang terbilang pasif.

- Ibadah, dzikir, dan do'a sebaiknya juga bisa menjadi waktu istirahat dan menenangkan hati. Artinya bukan selalu diisi oleh resah harap cemas akan pengabulan do'a. Jangan mengisi seluruh sesi do'a dg permintaan dunia. Lakukan juga ibadah sekedar utk menikmatinya.

Dan saya terbuka untuk nasihat dan masukan :-)

InsyaAllah, dua minggu lagi saya akan jalani operasi laser untuk mata kanan saya. Mohon doanya ya, teman-teman :-) Semoga Tuhan beri kita semua kesehatan, lindungi Anda semua dari bolong retina seperti saya.

Dikutip dari http://www.facebook.com/akhmad.guntar

*Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda, silahkan membagikannya tanpa perlu meminta izin kepada saya. 

Ciganjur, 27 Januari 2013
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ikuti Workshop "Explore Your Potentials With NLP" tentang cara merumuskan Visi Hidup, menemukan Passion dan mengoptimalkan Potensi Diri. Minggu, 17 Februari 2013, @Hotel Syahida Inn Komplek Pasca UIN Jakarta. Hubungi 0878.7603.7227 Sekarang.
Bagikan