Senin, 09 April 2012

How To Sell Your Self 2? Cara Menjual Diri Lewat Tulisan


Sampaikan olehmu, walau hanya satu ayat.
#Alhadits

Dahsyatnya berbagi

Pembaca yang budiman. Apakah Anda sudah membaca cerita saya dengan seorang peserta pelatihan “Terapi Berpikir Positif Batch 13“ Tentu Anda masih ingatkan? (Bagi Anda yang belum baca boleh simak di sini). Itu lho, tentang pertanyaan peserta bagaimana cara “menjual diri”? 

Saya klarifikasi maksud menjual diri adalah cara kita mengenalkan kepada orang lain tentang jasa yang kita layani. Seperti saya melayani untuk menyelesaikan persoalan pikiran, perasaan dan perilaku kurang memberdayakan Anda. Juga melatih team penjualan tentang motivasi dan mengenal pelanggannya.

Terus, mungkin Anda bertanya kepada diri sendiri? “Kalau saya sudah membaca dan mengingatnya. Apa hubungan dengan catatan sekarang ini?”

Anda mau tau? Ternyata, energi berbagi itu sungguh dahsyat sekali. Persis orang-orang yakini, bahwa selama kita berbagi tidak akan pernah habis, akan tetapi terus bertambah, bertambah dan bertambah.

Seperti yang saya alami hari ini. Saya iseng-iseng baca artikel di blog teman saya Kang Dani Kaizen. Di sebelah kanan blognya ada link blog para motivator dan ahli di bidangnya. Sebut saja pemilik sekolah menulis online pak Jonru. Saya buka blog beliau, ada artikel terbaru berjudul “Kiat Sukses “Jual Diri” Lewat Tulisan”.

Kemudian saya membaca keseluruhan artikelnya. Intinya sama persis seperti yang saya ceritakan kepada peserta pelatihan yang saya sharingkan pada catatan yang telah Anda baca “How to sell yourself?”. Cuma bedanya, kalau Pak Jonru lebih memspesifikkan, apa saja yang kita ceritakan lewat tulisan, supaya tulisan tersebut menjadi proses “jual diri”?

4 hal yang Anda tuliskan (ceritakan)

Menurut beliau, hal termudah dan sangat gampang kita ceritakan supaya menjadi proses menjual diri ada 4 hal.

Pertama. Ceritakan pengalaman aktifitas Anda. Lebih tepatnya semacam peliputan. Kalau media yang meliput pasti mengeluarkan biaya. Maka, lakukan hal tersebut oleh Anda sendiri. Contohnya, “Siap berangkat menuju Sudirman, training angkatan ke dua untuk Agen baru Asuransi Pru. Mohon doanya  supaya lancar”.

Kalau contoh barusan kan terlalu pendek. Biasa itu bunyi status facebook atau twitter. Nah, kalau bentuk tulisan sampai satu halaman. Bersiap-siap menulis karangan bebas saja ya. Bila saya beri contoh, kepanjangan.

Kedua, Tuliskan cerita sukses Anda. Apa itu cerita sukses? Suatu kegiatan berhubungan dengan bisnis Anda, entah itu barang atau jasa. Maka tuliskan itu dalam bentuk cerita. Contoh “Alhamdulllah, baru saja selesai membantu seorang teman yang phobia ketinggian. Setelah terapi selama 30 menit. Kini dia terbebas dari ketakutan di tempat tinggi. Senang rasanya melihat kebahagiaannya”. Simple kan?

Ketiga, Berbagi ilmu. Apa itu berbagi ilmu? Sudah pasti menuliskan sesuai dengan core busness dan kompetensi kita. Core bisnis itu artinya inti dari aktifitas yang kita lakukan. Contoh nya catatan saya tentang terapi trauma berumah tangga. Pokoknya tentang keilmuan Andalah.

Keempat, Artikel Marketing. Nah, cara ini lumayan mahal. Mengapa saya sebut mahal, karena dibandingkan dengan ketiga strategi sebelumnya. Cara keempat ini harus mengeluarkan biaya. Karena Anda harus belajar ilmunya. Kalau dihitung-hitung manfaatnya, tidak sebanding dengan hasilnya lho. Sebab, pasti lebih banyak menguntungkan. Saya bisa menyarankan untuk beli buku Hypnotic Writing karya Joe Vitale. Ikuti saja saran-sarannya. Anda pasti faham bagaimana artikel marketing? 

Nah, sekarang menjadi semakin lebih jelaskan? Bagaimana cara menjual jasa dan barang Anda lewat tulisan? Kalau begitu, ayo kita praktekkan sekarang. Oh ya, saya merasa berdosa kalau tidak memberitahukan kepada Anda, bahwa banyak orderan training dan terapi yang saya lakukan di tahun 2011 dan 2012 ini gara-gara tulisan yang saya blog www.kursusnlp.com lho. Jadi, jangan percaya sebelum mempraktekkan ya.

Ciganjur, Selasa, 13 Maret 2012 
Ayo silaturahim, follow @mind_therapist Bagikan