Do not sell what do you want, but sell what your costumer need.
Mulai sekarang herhenti menjual. Tapi mulailah memberikan solusi.
Quote Tentang Tenjualan.
Dulu
saya terkagum-kagum kepada Para PENJUAL—yang saya anggap HEBAT—saat mempersuasi
pelanggannya. Mereka mempunyai kata-kata dahsyat nan menghipnosis. Mampu membuat pelanggan terpukau akan
penjelasannya. Namun tanpa membohongi
pelanggannya.
Pernah
terbersit dalam diriku, "Apa yang menyebabkan
mereka mampu seperti itu?". Saya menduga-duga, bisa jadi karena mereka
tau pola bahasanya. Atau mengetahui ilmu mempengaruhi—meyakinkan pelanggan
/ calon pembeli—lewat kata-katanya.
Kemudian,
saya mencari-cari info tentang ilmu tersebut. Buku-buku mengenai cara
meyakinkan prospek pun saya beli. Akhirnya kesempatan mengikuti pelatihan dan belajar
menggunakan ilmu mempengaruhi
pelanggan juga saya ikut.
Tapi
anehnya. Entah mengapa saat saya mempersuasi calon pembeli, kata-kata penuh
meyakinkan seperti pola bahasa yang telah saya pelajari dalam pelatihan dan
buku, tidak satupun terucap oleh mulutku? Saya bertanya kembali kepada diri
sendiri. "Apa yang salah ini?"
Setelah
mencari-cari, akhirnya, perjalanan Training Motivasi untuk agent-agen Prudential
group Pru Power Vision di Palangkaraya menjodohkan saya dengan jawaban yang
saya cari-cari.
Kini
saya tahu. Rupanya, ada hal yang belum saya sadari selama ini. Sehebat apa pun
ilmu persuasi—mengolah kata-kata nan menghipnosis—belum cukup untuk menjadikan
saya ahli menjual. Sebelum saya benar-benar Y A K I N terhadap produk/jasa yang saya
jual.
Kemudian,
hal selanjutnya menjadi penting. Pemahaman tentang produk atau sering disebut Product Knowledge. Bukan harus. Tapi wajib hukumnya saya
ketahui. Baru setelah itu, bahkan jika seorang tersebut tidak belajar ilmu pola
bahasa persuasi pun. Maka, dia mampu menjual dan meyakinkan pelanggan dengan elegan.
Ciganjur, 27 Februari 2013.
Bagikan