“Namanya
anak perempuan, ngapain sekolah tinggi-tinggi. Nanti kalau sudah kawin, ke dapur juga”.
Semasa saya
masih SMA, saya pernah mendengar ungkapan candaan guru dan orang dewasa. ”Seseorang sekolah karena 2 hal. Pertama,
karena tidak mau menjadi bodoh. Kedua, supaya menjadi pintar untuk membodohi
orang lain”. Setelah kini saya mulai beranjak usia 26. Saya berpikir,
kadangkalanya, benar apa yang pernah saya dengar.
Akan tetapi, di
sisi lain, saya juga berpikir dan penuh tanda tanya. Apakah keberadaan
orang-orang yang memahami sesuatu, kemudian mereka berusaha untuk membodohi
orang yang ingin belajar memahami sesuatu itu, karena efek dari program yang
telah pernah tertanam dari semenjak kecil dulu?
Program masa lalu
Karena, dari
pengalaman therapy dengan berbagai
macam kasus terhadap orang-orang yang berkonsutasi dengan saya. Perilaku yang
tidak selaras pada diri mereka, erat kaitannya dengan peristiwa-peristiwa yang
pernah mereka alami di masa lalu. Masa lalu yang saya maksud, lebih tepatnya
usia pengasuhan orang tua 0-6 thaun. Dan masa bersekolah 6-12 tahun.
Terapi Homoseksual
Saya pernah
menangani kasus, homoseksual. Setelah ngobrol mengenali struktur perilaku klien
saya tersebut, ternyata ada program yang keliru pada masa kecilnya, yang
berakibat pada kehidupan dia saat dewasa.
Terapi matematika
Seorang
mahasiswa, pernah curhat kepada saya, dia agak sulit belajar matematika bila
berada di ruang kelas. Tetapi kalau di tempat kosannya, dia bisa mengerjakan
soal-soal, yang terdapat dalam buku paketnya. Kemudian saya membantu dia untuk
mengakses memori yang telah terekam di bawah sadarnya. Ternyata, dia mengalami
pengalaman kurang menyenangkan dengan seorang guru matematika saat kelas 5 SD
dulu.
Terapi percaya diri (takut keramaian)
Seorang pekerja
profesional di perusahaan penerbangan ternama. Dia mengeluhkan tentang masalah
rasa takut ketika berada di keramaian yang dia alami. Saya pernah mengecek
masalahnya itu, dengan mengajak bertemu di Pizza hut. Expresi wajah, dan tingkah lakunya,
sangat kelihatan. Lalu, saya menggali latar belakang yang mendasari
sebab-musabab perilaku takut keramaiannya. Ternyata, itu berawal saat dia
berusia 10 tahun. Gara-gara label yang diberikan oleh saudara dan teman
sepermainan, ”Ah dasar cewek kamu”...
Terapi perfectionist
Begitu juga
dengan seorang ibu yang telah memiliki dua orang anak. Beliau datang bersama
dengan suaminya untuk mengelola perilaku perfeksionis pada dirinya. Karena,
perilaku tersebut sudah sangat-sangat tidak wajar dan menganggu kehidupannya.
Setelah saya ngobrol-ngobrol, ternyata ada masalah di masa lalu di keluarga,
yang berakibat dengan kehidupannya sekarang.
Alhamdulilah,
kasus-kasus di atas berhasil mendapat solusinya. Berkat Rahmat Allah dan ridho
dari Nya. Juga, karena keinginan yang amat mendalam dari klien saya, untuk
menyelesaikan masalahnya.
Mohon mengingat !
Cerita saya di
atas, bukan menjadi generalisir, bahwa semua persoalan perilaku yang membuat
Anda merasa terganggu kehidupan Anda sekarang, karena faktor masa lalu. Tetapi,
itu hanya sedikit kasus yang saya tangani, yang ternyata, setelah saya bantu
menggali dan mencari akar masalahnya. Ternyata ada hubungan erat dengan masa
lalunya.
Apa yang akan terjadi?
Kemabli dengan
cerita alasan bersekolah. Sepertinya sangat terlalu cepat, bila saya
menyimpulkan, tatkala ada orang pintar kemudian pintar membodohi orang, karena
program di masa kecilnya. Entahlah. Yang pasti semua itu hanya terkaan saya
saja. Sebab, dibalik sebuah perilaku terdapat banyak alasan yang melandasi seseorang
melakukan sesuatu, iyakan?
Tetapi,
seandainya pun terkaan saya benar adanya. Apa yang akan terjadi kepada kaum
hawa yang mendengar ucapan dari orang tuanya ”Namanya
anak perempuan, ngapain sekolah tinggi-tinggi. Nanti kalau sudah kawin, ke dapur juga”?
Ciganjur, Senin
12 desember 2011
Ikuti Workshop KOMUNIKASIH, 28
januari 2012
Mari
bersilaturahim, follow @mind_therapist
Dapatkan
e-book “Explore Your Potentials”
Gratis, Klik download