Kamis, 24 November 2011

Beginilah Cara Mengatasi Sedih dan Panik, Mau?


Apakah Anda sedang panik? Atau Anda sedang sedih? Karena, sebentar lagi saya akan menceritakan kepada Anda, pengalaman saya melakukan proses Tele-Therapy (Terapi via phone & chat, tanpa harus bertatap muka) dengan seorang teman yang menanyakan, bagaimana cara mengatasi sedih dan panik?

Jumaat sore, sekitar jam 17.00 wib. Saya mendapat sms dari seorang yang ingin menbuat janji, tele-terapi. “Mas, kapan waktu yang pas terapi untuk saya ya…?” Kemudian, saya cek agenda saya untuk hari sabtu. Waktu yang pas dan memungkinkan jam 10.00 pagi. Maka saya membalas “Jam 10.00 besok pagi”. Beberapa saat kemudian, calon klien tersebut menyatakan “Oke”.

Keesokan harinya, jam 10.20 wib, Setelah saya selesai melakukan terapi untuk seorang teman via chat BBM (baca Bagaimana membangun rasa saling percaya?) beliau menghubungi saya.

Proses terapi

Klien             : Assalamu,’alaikum
Mind-Therapy : Wa’alaikumsalam

Selanjutnya, Klien saya singkat menjadi K, dan saya Mind-Therapist menjadi MT.

Client Centre Method

K       :Mas Rahmad, ini saya Hadi (nama samaran). Begini mas. Saya baru saja mengalami kecelakaan 2 bulan yang lalu. Dan sekarang saya dalam masa penyembuhan. Masalahnya, dalam kecelakaan itu, ibu saya menjadi korban, meninggal dunia. Saya sekarang terus merasa sedih. Kalau lagi duduk bersama teman atau keluarga, tiba-tiba saya jadi diam karena teringat ibu saya. Itu yang pertama. Kemudian yang kedua, saya agak takut kalau berpergian jauh, di tambah lagi setelah ibu meninggal. Kalau dulu, kalau perjalanan luar kota, saya ditemani oleh ibu saya.
MT    :Apa yang pak Hadi inginkan?

K       :Saya mau kembali kekondisi normal mas. Tidak merasa sedih berkepanjangan dan panik kalau berpergian jauh.
MT    :Oke, Pak Hadi, saya bantu untuk rasa takut terlebih dahulu ya. Sebelumnya, ingin saya sampaikan. Yang namanya rasa takut itu, seuatu yang belum kita alami kan? Jadi, seuatu yang akan terjadi itu, bisa seperti kita pikirkan atau sebaliknya. Karena ketakutan itu akibat imajinasi kita, maka, kita sendiri yang bisa menyelesaikannya, iya kan?

K       :Iya.
MT    :Sekarang saya membantu menggali imajinasi pak Hadi, sampai kedasarnya. Sehingga, pak Hadi bisa menyikapi dengan bijak ketakutan itu. Dan, saya mohon bantuannya, Pak Hadi hanya fokus kepada pikiran dan perasaan yang muncul, tidak perlu menolak atau bapak menghindari ya.

Aplying Ladering Method

K       :Oke...
MT    :Apa yang bapak khawatirkan atau bapak cemaskan?

K       :Saya takut terjadi panik lagi.
MT    :Bagaimana jika itu terjadi?

K       :Kalau itu terjadi, maka saya bisa masuk rumah sakit, diopname dan diobati.
MT    :Apa itu artinya bagi bapak?

K       :Itu semua ujian dari Allah.
MT    :Apa artinya ujian bagi bapak?

K       :Ujian bagi saya. Artinya, saya harus bersabar dan ikhlas dalam menjalaninya.
MT    :Kalau begitu, rasa takut itu merupakan ujian kan? Jadi, apa yang akan bapak putuskan, terhadap hal yang bapak alami sekarang?

K       :Saya menjalaninya dengan sabar dan ikhlas. Karena itu semua ujian dari Allah. Dan saya yakin Allah akan memberikan yang terbaik bagi saya.

Setelah saya memastikan, bahwa beliau sudah memiliki sudut pandang baru terhadap rasa takutnya. Sehingga, tidak membuat bapak Hadi menjadi was-was lagi. Kemudian, saya melanjutkan dengan persoalan pertama yang beliau alami. Merasa sedih.

Conversational Therapy Method

MT    :Oke, sekarang kita ke kendala sedih yang bapak alami. Apa yang bapak pikirkan, sehingga membuat Anda menjadi sedih?
K       :Saya merasa hampa. Apapun yang saya kerjakan, saya anggap sudah tidak ada artinya lagi. Karena orang tua saya sudah tiada. Kan, ridho Allah ada pada Ridha orang tua. Ibu saya sudah meninggal, jadi saya sudah tidak ada tempat lagi untuk meminta restu dan ridha-Nya.

MT    :Bapak tentu tau kan? Bahwa, saat seseorang meninggal dunia, maka segala hal terputus dengan nya. Kecuali 3 hal. Sedekah, ilmu bermanfaat dan doa anak yang shaleh.
K       :Ya...

MT    :Menurut Anda, bagaimana cara supaya bisa menjadi Anak shaleh sehingga bisa tersambung terus amalan bagi almarhumah?
K       :Mena’ati perintah agama...

MT    :Hal itu pasti pak. Tapi maksud saya. Apa aktivitas lain, seandainya almarhum masih ada, maka beliau tentu akan meridhai apa yang anda kerjakan. Sehingga, Anda mendapat ridha dari Allah.
K       :Menyayangi istri dan anak-anak. Memberikan nafkah yang layak. Itu wasiat yang sering ibu sampaikan.

MT    :Apa yang bisa bapak lakukan suapaya bisa menafkahi istri dan anak-anak?
K       :Saya harus bangkit... saya harus semangat lagi... saya harus berani..

MT    :Konkritnya?
K       :Kemarin saya sempat terpikir untuk berwiraswasta buka usaha sendiri.

MT    :Jenis usaha apa?
K       :Belum terpikirkan sekarang.

MT    :Bagaimana supaya bisa mengetahuinya?
K       :Mencari tau informasinya dan tanya-tanya kepada orang-orang yang telah berbisnis.

MT    :Bagus, berarti, saat bapak menjalankan bisnis dan berusaha, bapak telah melaksanakan wasiat orang tua. Itu artinya, bapak akan melakukan sesuatu yang sangat bermakna bagi kehidupan bapak, iyakan? Jadi, apa yang akan bapak Hadi putuskan sekarang?
K       :Saya akan mencari tau informasi, bertanya kepada yang memahami tentang wirausaha dan melakukannya. Agar, saya bisa membahagiakan istri dan anak-anak saya.

MT    :Bagus. Jadi, apa yang bapak alami sekarang?
K       :Saya sudah merasa nyaman sekarang. Saya tau apa yang harus saya perbuat. Saya harus berani, saya harus bangkit. Terima kasih mas...

MT   : Assalamu’alaikum
K     : Wa’alaikumsalam

Setelah bapak Hadi mengucapkan terima kasih dan juga salam. Tele-Therapypun juga berakhir. Saya tidak menlanjutkan lagi karena, nada suara beliau sudah berubah dari sebelum proses terapi. Cara kalibrasi tele-therapy adalah perbandingan pada nada suara, tekanan, dan nafas saat berbicara. Dan, kondisi bapak Hadi, saya anggap sudah (Coachable), membutuhkan Coaching. Jadi, untuk terapi sudah mencapai outcome sesuai yang beliau inginkan. Sementara kalau beliau mau saya coach, janjian lagi untuk sesi selanjutnya. He..he...

Ciganjur, Sabtu, 29 November 2011

NB : Tele-Therapy (Terapi via phone atau Chat dan tanpa harus bertatap muka) berfokus pada solusi dan memberdayakan sumberdaya pada klien (Client Centre Method). Cara / proses terapinya dengan Conversational Therapy.

Mari bersilaturahim @mind_therapist

Bagikan