Senin, 31 Oktober 2011

Stop To Think Porn !

Makan siang dengan sayur lodeh

Selesai meeting dengan ibu Melly Kiong, seorang pemerhati perkembangan dan kedewasaan anak-anak Indonesia. Saya mampir di warteg samping mesjid Matraman, untuk makan siang, Saya memesan nasi putih, sayur lodeh, plus ikan kembung. Taklama kemudian, hadir pelanggan lain memesan nasi+Soto betawi. Sang pelanggan harus menununggu sejenak, karena penjualnya sedang di dalam rumah. Tiada yang tau apa yang dia kerjakan.

Gosip terbaru

Tiga menit kemudian, sang penjualpun keluar, dengan nada bertanya ”Soto pak?” ”Iya” jawab sang pelanggan. Sembari menyiapkan soto untuk bapak itu, sipenjual soto memberikan gosip terbaru tentang Ar dan Lm. ”Ternyata benar ya, video itu asli. Polisi meyakini itu dari tato yang terdapat pada Lm. Lm didenda 1 milyar dan penjara selama 12 tahun. Kalau Ar mungkin lebih kali ya?”. Pelanggan yang memesan Soto tadi, ikut ambil bagian berpendapat ”Hukuman yang pas buat Ar, mestinya hukuman mati. Karena telah menhancurkan generasi bangsa. Gara-gara dia, anak-anak jadi tercemar pemikirannya”.

Sementara itu, di highline sebuah media tertulis ”Anti-Ar mulai berkobar”. Entah apa maksud dari judul tersebut, saya tidak tau. Di bawah judul itu ada gambar beberapa orang sedang demo di tengah jalan. Apakah mungkin itu maksud dari judul, mulai berkobar?

Mencari tersangka

Fenomena pornografi memang menarik. Apalagi saat ada pemikiran ”Ar dan Lm telah menodai pemikiran generasi bangsa. Mereka telah melakukan kesalahan”. Seorang kakak menyalahkan pelaku video itu dengan dalih ”Mereka telah meracuni pemikiran adik-adik saya.” Saya tidak tau bagaimana kalau menjadi orang tua, apakah akan berdalih ”Khawatir, takut anak-anak nonton. Ini gara-gara pelaku di video itu”.

Yang menarik adalah pemberitaan mengenai kasus itu. Bahkan sayapun sedang menambah pemberitauan akan hal itu, dengan menuliskan note dan membagikannya kepada Anda. Sempat hadir pertanyaan dalam diri saya, apabila tidak ada yang memberitakan, tapi itu langsung menjadi urusan polisi saja. Media TV, koran, majalah, bahkan facebookerpun tidak membahasnya. Apakah akan ada efek negatif dari kehilangan laptop Ar?

Gak tau diri dan tak bertangungjawab

Lebih menarik lagi (padahal lucu dan aneh). Tatkala saya mengatakan ”Video itu telah meracuni pemikiran adik-adik saya. Atau, video Ar telah merusak anak-anak saya”. Seolah-olah yang salah dan patut untuk dihakimi, yang berperan dalam video tersebut. Padahal, menurut saya, ini jelas menunjukkan, bahwa ”Saya tidak mau berTANGUNG JAWAB untuk mendidik adik-adik saya”. Alih-alih saya yang menjadi korban, karena tidak bisa mendidik, mendingan keluarin statemen orang lain yang bersalah. ”Gara-gara video Ar & Lm ...

Terhipnotis atau lalai?

Sama halnya dengan kasus orang yang mengakui terhipnotis, kemudian uang nya diambil. Padahal kasus itu murni akibat teledor, lalai, serta sifat tamak dalam diri. Yang terjadi, daripada dirinya disebut lalai, lebih baik menyatakan ”terhipnotis”. Karena bila diberitakan, lumayan heboh.  Kan, gak lucu pemberitaan ”Seorang wanita, 32 tahun, kehilangan uang 15 juta gara-gara lalai”.

Siapa yang bersalah?

Pernah juga suatu waktu lagi makan di restoran padang. Saat itu sedang pemberitaan kasus video yang beredar itu. Seorang bapak yang sedang makan di samping saya mengeluarkan HP nya, sambil membuka file video di HP nya. Kemudian menunjukkan pada temannya, ”Ooo ini toh videonya” kata temannya. Dalam benak saya, ”siapa yang sedang meracuni pemikiran?”.

Sementara banyaknya yang penasaran akan kebenaran hal itu. Saya coba-coba berani untuk menghakimi siapa yang salah, dan benar. Setelah capek dan lelah menyalahkan pihak sana dan pihak sini. Akhirnya saya menemukan, siapa orang paling bersalah dalam hal ini? Ternyata orang itu adalah diri saya sendiri. Karena ikut memikirkan tentang kasus itu.

Instal software anti porno

Saya teringat pernyataan dosen saya di Tazkia. ”Software anti porno itu tidak perlu diinstal di laptop atau komputermu. Karena ini bukan persoalan internet atau PC dan Notebook. Tapi, ini adalah persoalan FIKIRAN mu. Oleh karena itu, mulai hari ini instal program di kepalamu. STOP TO THINK PORN, BUT THINK ALLAH FOREVER & WHERE EVER.

Sayur lodeh yang saya nikmati itu, benar-benar mantap. Mengingatkan saya dengan sayur lodeh yang pernah saya nikmati, saat di rumah bersama keluarga, di Aceh. Fikiran sayapun jadi terbayang-bayang suasana bersama keluarga di sana. Sangking nikmatnya, sayur lodeh bersama nasi dalam piring di depan saya, ludes semua saya lahap.

Ngomong-ngomong, kapan kita makan bersama?

Jakarta 15 juni 2010.
Note : Artikel ini saya tulis, sebelum keputusan sidang terhadap Ar.
Bagikan