Makan
siang dengan sayur lodeh
Selesai meeting dengan ibu Melly
Kiong, seorang pemerhati perkembangan dan kedewasaan anak-anak Indonesia. Saya mampir di warteg samping mesjid Matraman,
untuk makan siang, Saya memesan nasi putih, sayur lodeh, plus ikan kembung. Taklama
kemudian, hadir pelanggan lain memesan nasi+Soto betawi. Sang pelanggan harus
menununggu sejenak, karena penjualnya sedang di dalam rumah. Tiada yang tau apa
yang dia kerjakan.
Gosip
terbaru
Tiga menit kemudian, sang penjualpun
keluar, dengan nada bertanya ”Soto pak?”
”Iya” jawab sang pelanggan. Sembari
menyiapkan soto untuk bapak itu, sipenjual soto memberikan gosip terbaru
tentang Ar dan Lm. ”Ternyata benar ya,
video itu asli. Polisi meyakini itu dari tato yang terdapat pada Lm. Lm didenda
1 milyar dan penjara selama 12 tahun. Kalau Ar mungkin lebih kali ya?”.
Pelanggan yang memesan Soto tadi, ikut ambil bagian berpendapat ”Hukuman yang pas buat Ar, mestinya hukuman
mati. Karena telah menhancurkan generasi bangsa. Gara-gara dia, anak-anak jadi
tercemar pemikirannya”.
Sementara itu, di highline sebuah media tertulis ”Anti-Ar mulai berkobar”. Entah apa
maksud dari judul tersebut, saya tidak tau. Di bawah judul itu ada gambar
beberapa orang sedang demo di tengah jalan. Apakah mungkin itu maksud dari
judul, mulai berkobar?
Mencari
tersangka
Fenomena pornografi memang
menarik. Apalagi saat ada pemikiran ”Ar
dan Lm telah menodai pemikiran generasi bangsa. Mereka telah melakukan kesalahan”. Seorang kakak menyalahkan pelaku
video itu dengan dalih ”Mereka telah
meracuni pemikiran adik-adik saya.” Saya tidak tau bagaimana kalau menjadi
orang tua, apakah akan berdalih ”Khawatir,
takut anak-anak nonton. Ini gara-gara pelaku di video itu”.
Yang menarik adalah
pemberitaan mengenai kasus itu. Bahkan sayapun sedang menambah pemberitauan
akan hal itu, dengan menuliskan note dan membagikannya kepada Anda. Sempat
hadir pertanyaan dalam diri saya, apabila tidak ada yang memberitakan, tapi itu
langsung menjadi urusan polisi saja. Media TV, koran, majalah, bahkan facebookerpun
tidak membahasnya. Apakah akan ada efek negatif dari kehilangan laptop Ar?
Gak tau
diri dan tak bertangungjawab
Lebih menarik lagi (padahal
lucu dan aneh). Tatkala saya mengatakan ”Video
itu telah meracuni pemikiran adik-adik saya. Atau, video Ar telah merusak
anak-anak saya”. Seolah-olah yang salah dan patut untuk dihakimi, yang berperan
dalam video tersebut. Padahal, menurut saya, ini jelas menunjukkan, bahwa ”Saya tidak mau berTANGUNG JAWAB untuk mendidik
adik-adik saya”. Alih-alih saya yang menjadi korban, karena tidak bisa
mendidik, mendingan keluarin statemen orang lain yang bersalah. ”Gara-gara video Ar & Lm ...”
Terhipnotis
atau lalai?
Sama halnya dengan kasus
orang yang mengakui terhipnotis, kemudian uang nya diambil. Padahal kasus itu murni
akibat teledor, lalai, serta sifat tamak dalam diri. Yang terjadi, daripada dirinya
disebut lalai, lebih baik menyatakan ”terhipnotis”.
Karena bila diberitakan, lumayan heboh.
Kan, gak lucu pemberitaan ”Seorang
wanita, 32 tahun, kehilangan uang 15 juta gara-gara lalai”.
Siapa yang
bersalah?
Pernah juga suatu waktu lagi
makan di restoran padang. Saat itu sedang pemberitaan kasus video yang beredar
itu. Seorang bapak yang sedang makan di samping saya mengeluarkan HP nya,
sambil membuka file video di HP nya. Kemudian menunjukkan pada
temannya, ”Ooo ini toh videonya” kata
temannya. Dalam benak saya, ”siapa
yang sedang meracuni pemikiran?”.
Sementara banyaknya yang
penasaran akan kebenaran hal itu. Saya coba-coba berani untuk menghakimi siapa
yang salah, dan benar. Setelah capek dan lelah menyalahkan pihak sana dan pihak
sini. Akhirnya saya menemukan, siapa orang paling bersalah dalam hal ini?
Ternyata orang itu adalah diri saya
sendiri. Karena ikut memikirkan tentang kasus itu.
Instal software
anti porno
Saya teringat pernyataan
dosen saya di Tazkia. ”Software anti porno
itu tidak perlu diinstal di laptop atau komputermu. Karena ini bukan persoalan
internet atau PC dan Notebook. Tapi, ini adalah persoalan FIKIRAN mu. Oleh
karena itu, mulai hari ini instal program di kepalamu. STOP TO THINK PORN, BUT THINK ALLAH FOREVER & WHERE EVER”.
Sayur lodeh yang saya nikmati
itu, benar-benar mantap. Mengingatkan saya dengan sayur lodeh yang pernah saya
nikmati, saat di rumah bersama keluarga, di Aceh. Fikiran sayapun jadi
terbayang-bayang suasana bersama keluarga di sana. Sangking nikmatnya, sayur lodeh
bersama nasi dalam piring di depan saya, ludes semua saya lahap.
Ngomong-ngomong, kapan kita
makan bersama?
Jakarta 15 juni 2010.
Note : Artikel ini saya
tulis, sebelum keputusan sidang terhadap Ar.
Bagikan